JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Sebagian Ortu Siswa Khawatir Minat Belajar Menurun Jika UN Dihapus

Tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim masih mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Selain DPR yang masih mengkritisi dan mantan Wapres Jusuf Kalla yang terang-terangan menolak, sebagian orang tua siswa juga merasa khawatir penghapusan UN bisa berdampak menurunnya minat belajar anak.

Sebagaimana diketahui, Mas Menteri Nadiem baru saja mengeluarkan kebijakan baru, yakni empat pokok Merdeka Belajar. Di mana, penghapusan UN merupakan satu di antara empat kebijakan tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, orangtua siswa turut buka suara. Pasalnya, saat diadakan UN saja menurut orangtua, minat belajar siswa masih kurang.

“Minat belajar itu masih kurang, jadi mereka menyepelekan,” tutur orangtua siswa yang dikutip Tribunnews kutip dari Kompas TV, Kamis (12/12/2019).

Salah seorang ibu yang diwawancarai Kompas TV mempertanyakan apa yang akan terjadi apabila UN tidak ada.

“Takutnya sih, minat belajar anak menjadi kurang,” jelasnya.

Namun, kebijakan Merdeka Belajar tersebut disambut baik oleh siswa. Siswa di Jakarta, mengaku lega dan senang mengetahui kebijakan dari Eks CEO Gojek itu.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UMS Berhasil Mendapat Akreditasi A, Akan Membuka Konsentrasi Peminatan Sesuai Kebutuhan Pasar

“Kemarin kan Ujian Nasional (UN) dipakai untuk penentu kelulusan. Menurut aku bagus-bagus saja sih,” tutur seorang siswa perempuan di Jakarta yang Tribunnews kutip melalui tayangan YouTube Kompas Tv, Kamis (12/12/2019).

Ia menuturkan, terkait penghapusan UN 2021 nanti yang penting ada pengganti UN. Gadis itu menambahkan, pengganti UN nantinya dipakai untuk mengukur kemampuan siswa.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) dan menggantikannya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Namun, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tidak ingin kebijakan baru pendidikan ini malah akan kembali menjadikan para siswa menjadi kelinci percobaan.

“Jangan sampai siswa kita menjadi kelinci percobaan kembali dalam sistem pendidikan dan dunia pendidikan kita,” ujar Syaiful Huda membuka Rapat Dengan Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Diwartakan Tribunnews sebelumnya, ia ingin mengingatkan Nadiem, guru dan sekolah akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kebijakan baru tersebut.

Baca Juga :  Nayla Rebut Juara Pertama Lomba Tiktok Unisri

Lalu sejauh mana kompetensi dan kesiapan para guru dan sekolah dalam melaksanakan kebijakan baru tersebut.

“Pertanyaannya apakah guru-guru kita sudah siap untuk melaksanakan kompetensi minimum siswa dan survei karakter itu?” ucapnya.

Karena menurutnya, pada saat bersamaan kualitas guru dan pemerataannya serta sarana prasarana yang ada masih belum memadai.

“Karena itu kami ingin mendapatkan penjelasan yang lebih detail dari Mas Nadiem? Jangan sampai siswa kita menjadi kelinci percobaan kembali dalam sistem pendidikan dan dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, guru di sebuah sekolah di Jakarta menyambut baik kebijakan yang akan dilakukan 2021 mendatang.

Menurut guru SMA di Jakarta, dari awal pencapaian nilai UN menjadi beban bagi guru.

“Sehingga guru otomatis setuju karena ketika nilai-nilai Ujian Sekolah itu lebih diutamakan, itu lebih riil,” tutur pria tersebut dalam YouTube Kompas TV, Kamis (12/12/2019).

www.tribunnews.com