JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Sudah Siapkan Program Assesment, Sultan HB X Setuju Penghapusan UN

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X  setuju dengan rencana Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menghapuskan Ujian Nasional (UN) dan diganti program assesment.

Bahkan, ujar Sultan, di DIY sudah menyiapkan program sejenis assessment yang digadang sebagai pengganti UN tersebut lewat program Professor Go To School.

“Saya kira baik saja penghapusan UN itu lalu diganti program assessment,” ujar Sultan di Yogyakarta, Jumat (13/12/2019).

Raja Keraton Yogya itu menilai di era seperti sekarang ini sudah saatnya pelajar dididik dengan cara memberi mereka kebebasan berpikir.

Sultan tak setuju pola pikir pelajar dipenuhi dengan ideologi dan juga kepentingan lain yang sebenarnya tidak memberikan ruang pelajar untuk mengembangkan diri dan berargumentasi.

Baca Juga :  Hingga September Tiga Hiu Tutul Terdampar di DIY, Ini Fenomena yang Terjadi

“Kebebasan itu diperlukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan,” ujar Sultan.

Sultan menilai dari aspek ideologi dan hal prinsipil dalam dunia pendidikan menurutnya jelas tak bisa dilupakan dan tetap perlu diajarkan. Tetapi untuk mencapai ilmu pengetahuan dan teknologi, ujar dia, para siswa di era milenial ini sudah saatnya harus diberi kebebasan.

“Jangan digerakkan atau diatur sedemikian rupa. Karena sekarang  saja guru sudah berfungsi lain, untuk memerdekakan siswa ruang tersebut sudah ada,” ujar Sultan.

Sultan membandingkan jaman dahulu, guru seolah hanya bertugas mengajar murid dan tak peduli  siswanya paham atau tidak yang diajarkan apa. Guru tetap pada pola pikirnya guru.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan Ditutup karena Sejumlah Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

“Namun begitu siswa belajar di era teknologi informasi sekarang ini, guru sudah tidak berfungsi seperti dulu lagi, mengajari murid lagi, tetapi sebagai pendamping murid,” ujarnya.

“Di Yogya sudah melakukan program assessment berkelanjutan. Bukan hal yang baru lagi, karena fasilitas sudah dibuka jauh sebelumnya,” ujarnya.

Program Professor Go To School, ujar Sultan, menggerakkan profesor dan guru besar berbagai kampus mengajar di SMA-SMA di Yogya.

Harapan Sultan dengan program Professor Go To School ini dapat menambah pengetahuan para siswa sebelum masuk ke jenjang perguruan tinggi. Sehingga di dalam menentukan pilihan masuk jurusan kampus, maka para siswa tidak keliru.

“Jadi kalau siswa masuk ke perguruan tinggi, tidak keliru lagi menentukan jurusan. Kalau keliru kan nanti bisa di DO (Drop Out),” ujarnya.

www.tempo.co