JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Siapa Bilang Ujian SIM Susah. Anak-anak SD Ini Bilang Mudahnya Ujian SIM!  

Ilustrasi Personel Satlantas Polres Kebumen saat memboncengkan siswa SDIT mengikuti praktik proses ujian SIM . Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Personel Satlantas Polres Kebumen saat memboncengkan siswa SDIT mengikuti praktik proses ujian SIM . Foto/Humas Polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa bilang ujian SIM itu susah. Hal itu setidaknya diungkapkan beberapa bocah saat melihat proses ujian SIM di Polres setempat.

“Test bikin SIM ternyata mudah ya,” itulah ungkapan murid kelas 1 sekolah SDIT Ath Thoriq Gombong saat mengikuti kegiatan polisi sahabat anak di Kantor Sat Lantas Polres Kebumen, kemarin.

Ungkapan mudah mengikuti tes permohonan Surat Izin Mengemudi ini, dilontarkan salah satu siswa kepada temannya saat melihat personel Sat Lantas, saat menjajal rintangan zig-zag di halaman Mako Sat Lantas.

Para siswa pun berkesempatan dibonceng oleh Briptu Lukman Hakim menyelesaikan rintangan ujian praktek dan disaksikan masyarkat pemohon pembuatan SIM.

Baca Juga :  Selain Covid-19, Hingga 7 Juli 2020, Kasus DBD di Temanggung 668 Orang, Empat Meninggal Dunia

Sebelum memulai test prakek ujian permohonan SIM, anak-anak dikenalkan cara penggunaan helm yang benar. Pada pengenalan ini anak harus memakai helm dengan mengaitkan tali hingga berbunyi “Klik”.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi, kegiatan polisi sahabat anak atau disingkat Polsanak adalah program unggulan Polres Kebumen.

Anak-anak diberikan materi seputar kepolisan hingga rambu-rambu lalulintas yang harus dipatuhi seluruh pengguna jalan.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan. Sesuai namanya, kegiatan Polsanak adalah menempatkan kami sebagai sahabat mereka. Anak-anak adalah mitra kami,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Pelajar di Blora Terlibat Ilegal Logging, Kayu Jati Ditutupi Kayu Bakar

Lebih jauh diungkapkan AKBP Rudy, pada kesempatan Polsanak pagi ini, anak dikenalkan langsung rambu-rambu melalui soal teori permohonan SIM.

Anak-anak diberikan kesempatan menjawab soal ujian teori menggunakan komputer yang biasa digunakan oleh pemohon SIM.

Pada kesempatan ini nantinya akan mengetahui cara mengemudikan kendaraan yang benar dan aman.

“Pengenalan ini bertujuan, agar anak-anak mengingatkan para orang tua ataupun para orang dewasa untuk tidak melakukan pelanggaran. Dengan pengenalan ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran yang berdampak pada kecelakaan lalulintas,” pungkas Kapolres. JSnews