JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Suara Jeritan Bocah Terdengar dari Aula Masjid Agung Karanganganyar. Ternyata Ada Ratusan Anak Sedang Melakukan Ini..

Ilustrasi khitan
Ilustrasi khitan

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana berbeda terlihat di Masjid Agung Karanganyar, Jumat (20/12/2019) pagi tadi.

Di aula tersebut, terlihat deretan bocah yang mengenakan sarung dan bersiap antri. Sejurus kemudian, terdengar suara jerit kesakitan dari dalam bilik.

Ya, pagi tadi sebanyak 170 anak mengikuti khitan massal di Masjid Agung Karanganyar, Jumat (20/12/2019).

Khitan massal digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-102 Karanganyar tepat pada 18 November 2019 lalu.

Di lokasi Aula Masjid Agung, tampak petugas sedang sibuk menangani peserta khitan. Kemudian terdengar suara jerit kesakitan dari bocah yang sedang dikhitan mengiringi kegiatan.

Di sisi lain, terlihat ibu dan orangtua dari peserta khitan massal sedang mendampingi buah hatinya yang sedang ditangani oleh petugas kesehatan.

Baca Juga :  Cavindra- Lintang Sukses Juara II Duta Lingkungan Hidup Jawa Tengah. Bupati Karanganyar Sebut Merusak Alam Sama Dengan Menentang Tuhan!

Mereka juga sibuk mencoba menenangkan buah hatinya dengan mengajak berbincang. Sebagian terlihat mencoba mengalihkan pandangan anak supaya tidak melihat proses khitan.

Wakil Ketua Baznas Karanganyar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iskandar menyampaikan, khitan massal ini diselenggarakan setiap tahun, namun untuk tahun ini digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-102 Karanganyar.

“Sebenarnya jumlah peserta maunya disesuaikan dengan Hari Jadi ke-102 Karanganyar. Tapi karena animo masyarakat tinggi, kan tidak mungkin menolak. Ini tadi masih ada yang daftar,” paparnya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 362. Sebanyak 90 Pasien Dirawat, Jumlah Meninggal Sudah Mencapai 64 Orang

Selain itu, momen ini juga bertepatan dengan hari libur sekolah. Mereka yang mengikuti khitan massal mendapatkan sarung, baju koko, tas dan uang saku.

Melalui khitan massal ini pihaknya ingin menyiapkan generasi yang sehat dan berakhlak.

“Khitan kan wajib bagi umat islam. Selain itu juga ada aspek kesehatan,” ujarnya.

Warga Desa Balong Kecamatan Jenawi Suparno (64) mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan adanya acara khitan massal ini. Ia berharap agenda ini bisa digelar setiap tahunnya.

“Iya ini tadi mengantar cucu, Imam Trianto (kelas VI SD). Tadi sempat nangis sebentar tapi tidak apa-apa,” tuturnya. Wardoyo