JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tingkatkan Kualitas Hidup dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Wonogiri Laksanakan Sejumlah Program Strategis. Mulai Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Hingga Pengadaan Peralatan Memadai

Menimbang berat badan sebagai salah satu pelayanan kesehatan balita. Dok. Dinkes Wonogiri
Menimbang berat badan sebagai salah satu pelayanan kesehatan balita. Dok. Dinkes Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri terus berupaya meningkatkan kualitas hidup serta derajat kesehatan masyarakat Kota Sukses.

Sejumlah langkah strategis telah diambil oleh dinas. Meliputi aneka program penanggulangan penyakit, penguatan kelembagaan, hingga pengadaan gedung maupun perkataan medis yang memadai. Pendanaan untuk program tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dokter Adhi Dharma didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Antin Endah, Rabu (4/12/2019) mengungkapkan, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran DBHCHT. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu pagunya mengalami penurunan.

Pelayanan kesehatan di tempat publik. Dok. Dinkes Wonogiri

Terdata pada 2018, anggaran DBHCHT yang dikelola Dinas Kesehatan sebesar Rp 4.477.326.175,. Sedangkan anggaran DBHCHT pada 2019 ini menjadi 4.286.732.800. Pada tahun kemarin, amggaran terserap 100 persen khusus pos jamkesda, pos lainnya terserap 92,70 persen.

Baca Juga :  Rapid Test Wartawan Wonogiri, Dari Belasan Jurnalis yang Ikut Tak Ada Satupun yang Reaktif, Tes Selanjutnya Giliran Tenaga Medis Lagi

Kendati mengalami penurunan, dinas tetap berupaya maksimal mengelola anggaran tersebut. Muaranya memberikan pelayanan terbaik bagi publik. Supaya tercipta kondisi kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

“Ada beberapa program yang dibiayai DBHCHT,” ungkap dia.

Pemantauan pelayanan kesehatan oleh Bupati bersama pejabat pusat. Dok. Dinkes Wonogiri

Penggunaannya antara lain untuk penanggulangan balita gizi buruk sebesar Rp 393.462.500, kemudian penanggulangan TBC sebanyak Rp 96.205.000. Program penguatan kelembagaan dalam penanggulangan HIV/AIDS mendapat anggaran Rp 46.000.000.

Selanjutnya, pelayanan kesehatan balita Rp 391.047.500, peningkatan kesehatan ibu melahirkan dan anak sebanyak Rp 95.732.800. Program pembangunan pustu Krandegan Bulukerto sebanyak Rp 300.000.000, peningkatan kapasitas laboratorium untuk pengawasan makanan dan minuman dan kualitas lingkungan Rp 200.000.000.

Baca Juga :  Ini Dugaan Penyebab Menurunnya Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada, Gegara Penggabungan TPS Hingga Jarak Semakin Jauh Dikhawatirkan Pemilih Malas Datang

Selanjutnya pelayanan kesehatan Jamkesda non JKN sebesar Rp 1.743.045.000. Program pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial sebesar Rp 1.021.240.000.

“Dengan adanya program-program tersebut diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” beber dia.

Program-program tersebut juga sangat selaras dengan Panca Program Pembangunan di Wonogiri yang dicetuskan Bupati Joko Sutopo. Salah satu dari kelima program adalah pembangunan di bidang kesehatan. Aria