JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Asyik Mandi 2 Bocah SD di Gondang Sragen Tewas Tenggelam di Kubangan Galian C

Jenasah dua bocah SD asal Kaliwedi, Gondang, Sragen yang tewas tenggelam di kubangan bekas galian C dukuh setempat, Senin (16/12/2019) siang. Foto/Wardoyo
Jenasah dua bocah SD asal Kaliwedi, Gondang, Sragen yang tewas tenggelam di kubangan bekas galian C dukuh setempat, Senin (16/12/2019) siang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWCOM- Lokasi penambangan galian C kembali memakan korban di Sragen.

Dua orang bocah asal Desa Kaliwedi, Gondang, Sragen ditemukan tewas tenggelam di kubangan bekas galian C di wilayah Dukuh Bodean, Kaliwedi, Gondang, Senin (16/12/2019) siang.

Dua bocah malang itu masing- masing bernama Brian Yoga Saputra (10) dan Muhammad Ramadhan Api Saputra (8). Kedua siswa SDN Plosorejo 1 asal Dukuh Bodean RT 6, Desa Kaliwedi, Gondang, itu tewas mengenaskan tenggelam di dalam kubangan sedalam 2,5 meter di lokasi kubangan bekas galian C.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian bermula ketika kedua korban dan temannya, Alvin, tengah bermain di sekitar kubangan galian C yang ada di dekat permukiman Dukuh Bodean itu.

Baca Juga :  Tambah Satu Kakek 80 Tahun Positif dan 3 Meninggal Dunia, Angka Kasus Covid-19 Sragen Melaju di Angka 467. Total Sudah 65 Warga Meninggal Dunia

Saat bermain, kedua korban mendadak tergoda untuk mandi melihat ada kubangan berisi air agak jernih. Nahas, rupanya kubangan itu berkedalaman 2,5 meter.

Begitu masuk untuk mandi, kedua bocah itu langsung hilang dari permukaan. Melihat kedua temannya hilang, Alvin, yang belum sempat menceburkan ke kubangan, sempat berusaha menolong.

Namun, ternyata kubangan berlumpur dan dalam sehingga ia memutuskan pulang melaporkan kejadian itu ke orangtua korban.

“Awalnya yang main 3 anak. Yang dua, Yoga dan Madhon (Ramadhan) itu pingin mandi melihat kubangan airnya jernih, lalu langsung mandi. Ternyata tahu-tahu langsung tenggelam. Teman satunya yang nggak mandi sempat berusaha menolong, tapi nggak bisa karena dalam. Lalu ia lari memberitahu orangtua korban,” papar Joko Susilo (44) salah satu tokoh Desa Kaliwedi, Gondang, ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ribuan Seniman Sragen Siap Turun ke Jalan dan ke Polres Tuntut Izin Hajatan Dibuka. Kapolres Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Tapi Hanya Ijab Kabul Saja Tanpa Hiburan!

Mendapat kabar itu, seketika Dukuh Bodean geger. Warga dan orangtua korban langsung berhamburan menuju lokasi tambang.

Jarak permukiman dengan lokasi tambang yang hampir 1 kilometer membuat proses pertolongan agak terlambat.

Setelah melakukan pencarian hampir setengah jam, tubuh kedua bocah mungil itu ditemukan di dasar kubangan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

“Sempat dibawa ke Puskesmas dan klinik, tapi keduanya sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kades Kaliwedi, Daryono.

Daryono menambahkan sesaat usai kejadian, tim Polsek Gondang dan Polres Sragen langsung melakukan olah TKP. Saat ini kedua jasad korban sedang proses untuk dimakamkan. Wardoyo