JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Waduh, Luas Lahan Pertanian di Wonogiri yang Diserang Ulat Grayak Capai 108 Hektare, Tersebar di 11 Kecamatan

Seorang petani melihat perkembangan tanaman jagungnya di bekas genangan WGM wilayah Kecamatan Wonogiri
Seorang petani melihat perkembangan tanaman jagungnya di bekas genangan WGM wilayah Kecamatan Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Petani jagung di Wonogiri masih harus menghadapi serangan ulat grayak.

Bahkan serangan hama itu meluas menjadi 11 kecamatan. Sementara luas lahan yang terserang mencapai 108 hektare.

Lantaran diserang hama ulat grayak, ratusan hektare tanaman jagung di 11 kecamatan itu kini dalam keadaan rusak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Wonogiri Safuan membeberkan, serangan hama ulat grayak memang berlangsung cenderung cepat dan masif. Dulu hanya ada dua kecamatan yaitu Girimarto dan Tirtomoyo.

Baca Juga :  Bedah Rumah Milik Bambang di Kamalan Kidul Giriwoyo Wonogiri, Merawat Gotong Royong di Tengah Pandemi

Namun laporan terakhir terjadi di 11 kecamatan. Meliputi Kecamatan Paranggupito, Giritontro, Wonogiri, Eromoko, Ngadirojo,  Sidoharjo, Slogohimo, Jatisrono, Girimarto, Jatiroto, dan Kecamatan Wuryantoro.

“Areal tanaman jagung yang terserang mencapai luas 108 hektare,” ungkap Safuan, Kamis (5/12/2019).

Baca Juga :  Soal Pungutan Untuk Pengadaan Atribut Seragam, Seperti Ini Jawaban Pihak Sekolah, Bupati Berjanji Undang Pihak Terkait

Menurut dia, tidak hanya ada tanaman yang rusak akibat serangan ulat grayak. Dispertan bersama kalangan Klomtan menemukan ada 226 hektare masuk kategori waspada.

Namun secara umum, ujar Safuan, serangan ulat kini sudah berhasil dikendalikan sehingga tidak akan berpengaruh terhadap angka produksi jagung di daerah ini. Aria