JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Waspada, 86 Desa di Sragen Berpotensi Terdampak Bencana Banjir, Longsor dan Puting Beliung. Berikut Daftar Lengkapnya! 

Ilustrasi Banjir di Tangkil Sragen. Foto/istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Banjir di Tangkil Sragen. Foto/istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Potensi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Sragen masih cukup tinggi.

Hasil mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, dari total 208 desa/kelurahan, sebanyak 86 desa di antaranya termasuk rawan bencana dan berpotensi terdampak bencana pada tahun ini.

Data itu diungkapkan Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono melalui Kasi Logistik dan Kedaruratan, BPBD Sragen Giyanto kepada wartawan.

Giyanto mengungkapkan 86 desa yang berpotensi rawan bencana alam tersebut tersebar di 16 kecamatan. Bencana alam yang berpotensi paling tinggi terjadi adalah banjir, longsor dan puting beliung.

“Data rawan bencana sudah kami kirim ke provinsi. Ancamannya bencana banjir, longsor dan puting beliung,” paparnya Minggu (8/12/2019).

Baca Juga :  Update Corona Sragen 2 Juli, Kurva Melandai Tapi 43 Warga Masuk Daftar OTG. Total Positif Masih 50 Kasus, 39 Sembuh dan 23 Warga Meninggal Dunia

Giyanto menguraikan puluhan desa rawan bencana itu tersebar di 16 kecamatan.

Meliputi Kecamatan Sumberlawang, Sidoharjo, Jenar, Gesi, Sukodono, Kalijambe, Sragen, Masaran, Tanon, Plupuh, Ngrampal, Sambungmacan, Miri, Mondokan, dan Kedawung.

Sedangkan puluhan desa lain berpotensi bencana banjir dan longsor serta puting beliung.

Potensi longsor rawan terjadi di Desa Musuk Kecamatan Sambirejo, Desa Bukuran, Krikilan, Ngebung dan Jetiskarangpung Kecamatan Kalijambe. Kemudian Desa Sidodadi, Kliwonan dan Pilang Kecamatan Masaran dan Desa Karanganyar Kecamatan Plupuh.

“Kalau tanah gerak itu hanya di Kalijambe dan Sambirejo. Kalau puting beliung merata hampir semua wilayah,” tandasnya.

Giyanto menambahkan, BPBD telah melakukan koordinasi dengan wilayah para camat agar menyampaikan kepada warganya terkait potensi bencana ini. Termasuk sudah melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan BPBD Provinsi dan Soloraya.

Baca Juga :  Sering Bikin Geger, Bupati Sragen Tegaskan Tak Ada Lagi Izin Pendirian Tugu Perguruan Silat. Tugu Yang Ada Bisa Dirobohkan Jika Ada Pelebaran!

“Kemarin sudah ada rakor dengan Provinsi dan BPBD Soloraya terkait mitigasi bencana. Kami meberikan edaran kepada camat agar disampaikan ke warga, puting beliung banjir dan longsor agar diperhatikan. Kemudian kami telah melakukan persiapan tim dan relawan termasuk alat,” jelasnya.

Terkait kewaspadaan bencana banjir selain di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, juga di beberapa anak sungai yang berhulu dari wilayah Sragen. Di antaranya sungai Garuda, Mungkung, Grompol dan Sungai Bampang.

“Untuk masyarakat yang tinggal di DAS agar waspada saat hujan deras terjadi. Pohon juga perlu dipangkas,” tambahnya. Wardoyo