JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Aksi Penipuan Berantai dan Hipnotis Resahkan Warga Gondangrejo Karanganyar. Bermodus Perbaikan Kompor, Preteli Perhiasan Emak-emak Senilai Puluhan Juta

Ilustrasi penjahat
Ilustrasi penjahat

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi penipuan berkedok perbaikan kompor gas memicu keresahan warga d Dusun Karangwuni dan bulak, Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.

Dua orang ibu-ibu di wilayah tersebut menjadi korban oknum yang mengaku sebagai reparasi kompor gas, menjadi korbannya.

Pelaku berjumlah dua orang. Mereka datang ke rumah dengan modus menawatkan jasa perbaikan kompor. Namun mereka kemudian menjalankan modus yang ditengarai bernuansa hipnoterapi dan mempreteli perhiasan korban.

Kasus itu menimpa Wagini, warga Dukuh Karangwuni, Desa Kragan, Gondangrejo, Karanganyar dan Aslami, warga Dusun Bulak, Desa Kragan, Gondangrejo.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , aksi penipuan itu terjadi Kamis (9/1/2020) siang. Salah satu tokoh setempat, Joko Susilo menuturkan dari penuturan korban, kejadian bermula ketika kemarin korban didatangi dua orang pelaku berjenis kelamin laki-laki.

Korban kebetulan sedang sendirian di rumah. Siang itu, pelaku datang bertamu dan kemudian berdalih bisa membantu perbaikan kompor gas.

Baca Juga :  Gudang Kayu di Tasikmadu Terbakar, Diduga Konsleting dari Pompa Air

Korban yang tidak menaruh curiga menerima layaknya tamu biasa.

“Kemudian pelaku meminta KTP korban untuk difoto. Saat itulah korban kemudian merasa menuruti apa saja yang diperintahkan pelaku. Termasuk saat pelaku meminta korban melepas perhiasan dengan alasan akan difoto,” papar Joko, Jumat (10/1/2020).

Setelah perhiasan dilepas, kemudian pelaku nengatakan ke korban bahwa nanti identitasnya akan didata dan jika beruntung akan mendapat hadiah emas yang lebih mahal dari milik korban.

Namun setelah itu, korban sudah tidak ingat apapun. Begitu tersadar, pelaku sudah hilang dari rumahnya dan perhiasannya juga raib semua.

“Akibat kejadian itu, semua perhiasan korban hilang dibawa kabur pelaku. Nilainya sekitar Rp 40 juta,” terangnya.

Kejadian serupa juga menimpa Aslami yang ada di dukuh sebelahnya tak lama berselang. Dengan modus hampir sama, korban juga dipreteli perhiasannya.

Baca Juga :  Pak RT Buran Yang Positif Covid-19 Diketahui Bekerja di Pabrik Kebakkramat. Keluarga Sempat Minta Hasil Swab, Tapi Ditolak Pihak Rumah Sakit

“Kalau Bu Aslami nilai perhiasannya sekitar Rp 2 juta,” ulasnya.

Akibat insiden itu, kedua korban sempat panik dan lemas. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Kedua korban mengaku belum melapor ke polisi. Mereka hanya berharap agar warga lain bisa waspada sehingga tidak menjadi korban.

Sebagai Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Gondangrejo, Joko verharap warga  masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap orang asing atau yang belum dikenal yang datang bertamu.

“Apabila tujuan yang nggak jelas atau menawarkan sesuatu yang mencurigakan, sebaiknya berhati-hari. Apalagi kalau waktu pagi hari, karena kelihatannya menyasar waktu pagi ketika yang di rumah hanya ibu-ibu sendirian. Jangan mudah terbujuk dengan iming hadiah dari orang yang nggak kita kenal,” urainya.

Ia juga berpesan kepada warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak sampai jatuh korban lain. Wardoyo