JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Blak-blakan, Mukafi Sebut Menolak Dampingi Yuni di Pilkada Sragen Karena Merasa Tak Punya Potongan Pemimpin!

Mukafi Fadli. Foto/Wardoyo
Mukafi Fadli. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli menyatakan sudah resmi menolak permintaan DPP PKB yang menunjuknya mendampingi Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam Pilkada Sragen 2020.

Mukafi yang kini duduk di DPRD Provinsi Jateng, mengaku terang-terangan menolak penunjukkannya lantaran merasa belum pantas dan layak jadi pemimpin di Sragen.

“DPP sudah memanggil saya dan menunjuk mendampingi Mbak Yuni.
Tapi dengan teramat sangat, untuk kali ini saya memang tidak taat. Jujur saya sampaikan seperti itu, saya sudah komunikasi dengan keluarga dengan banyak pihak dan tentu sahabat-sahabat saya juga. Jujur saya tidak punya potongan menjadi pemimpin di Sragen,” paparnya kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Mukafi menuturkan dirinya merasa bahwa pemimpin itu harus lebih baik dari orang-orang yang dipimpinnya. Dirinya mengaku cukup tahu diri dan merasa jabatan Wakil Bupati bukan wilayahnya.

Baca Juga :  Bona Sinaga, Amran Sinaga dan Suherno Siburian Digerebek Saat Asyik Main di Masaran Sragen. Polisi Amankan Satu Tikar dan Uang Rp 700.000

Meskipun banyak tokoh politik berhasrat dan hakikat politik memang harusnya meskipun merebut kekuasaan, ia mengaku sudah tidak lagi tertarik untuk maju Pilkada.

“Kalau lima tahun lalu saya masih tertarik, tapi kalau sekarang kan usia saya juga sudah tidak muda lagi. Kalau sinonim wong Jawa, makin tua harus makin menep. Karena bagi saya pemimpin itu kadang yang nampak hanya kegagalannya saja. Yang baik-baik nggak pernah dilihat,” katanya.

Mukafi menyampaikan surat penolakannya sudah dikirim ke DPP dan DPW. Apakah surat dan keputusannya dianggap terlambat dan diterima atau tidak, dirinya menyerahkan sepenuhnya kewenangan di DPP.

Ia juga menyampaikan meski secara pribadi menolak, hingga kini ia belum mengetahui secara pasti ajakan berkoalisi yang ditawarkan PDIP lewat pusat itu apakah bersifat partai atau memang menunjuk dirinya secara person.

Baca Juga :  Bawaslu Sragen Tolak Dugaan Langgar Kode Etik, Begini Sanggahan Mereka

Ia berharap bahwa koalisi yang dimaksud adalah koalisi partai sehingga PKB bisa mengajukan nama dan tinggal dipilih siapa yang layak menjadi pendamping Yuni.

Sebagai pengganti, Mukafi mengaku sudah mengajukan empat nama kandidat ke DPP. Yakni Suroto, Endro Supriyadi, Fathurrohman dan Tri Agus Bayuseno.

“Kalau bicara soal stok calon kita banyak. Ya saya tunggu lagi nanti bagaimana tapi kira-kira itu gambarannya. Karena di politik itu jamak terjadi, yang tidak mendaftar dan tidak ikut fit and proper test kadang malah direkom,” tandasnya.

Menurut Mukafi, sikap PKB dan apa yang terjadi terkait kabar koalisi dengan PDIP, juga harus dipertanggungjawabkan di hadapan partai-partai koalisi non PDIP, yang selama hampir dua bulan runtang-runtung menggalang kekuatan untuk mencari kandidat. Wardoyo