JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Buntut Penebangan Membabi Buta di Hutan Gunung Lawu, Polres Karanganyar Langsung Amankan Backhoe dan Pasang Garis Polisi

AKBP Leganek Mawardi. Foto/Istimewa
AKBP Leganek Mawardi. Foto/Istimewa

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Penebangan pohon di lokasi hutan lindung yang berada di lereng Gunung Lawu, yang akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata baru oleh salah satu pengembang, membuat Polres langsung bergerak.

Satuan Reserse dan kriminal (Sat reskrim) Polres Karanganyar bertindak mengamankan lokasi penebangan dengan garis polisi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi usai melakukan penanaman pohon di Mapolsek Jumantono, Jumat (10/01/2020) mengatakan, penanganan dugaan penebanagan pohon di hutan lindung berawal dari dapat laporan  masyarakat tentang adanya pembangunan yang dilakukan di wilayah Gunung Lawu.

Menurut Kapolres, ada beberapa titik yang menggunakan alat berat untuk menebang pohon. Menindaklanjut laporan tersebut, jelas kapolres, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan menghentikan seluruh aktifitas pembangunan.

Baca Juga :  Saat Bupati Karanganyar Terjun Punguti Sampah di Sungai Siwaluh di Hari Clean Up Day. Ini Pesan yang Disampaikan!

“Seluruh aktivitas sudah kita hentikan untuk proses penyeidikan lebih lanjut.  Saat ini, lokasi hutan sudah kita pasang garis polisi. Alat berat yang digunakan untuk menebang pohon juga sudah kita turunkan dari lokasi,” kata Kapolres, Jumat (10/01/2020).

Dalam proses penyelidikan, salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan perijinan, apakah dalam pembangunan tersebut telah memiliki ijin atau tidak.

“Setelah proses peneyelidikan seleasi, nanti akan kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Kapolres menambahkan, untuk menjaga kondusivitas wilayah, semua pihak untuk bisa menahan diri. Saat ini, lokasi wisata menjadi prioritas untuk dikembangkan.

Untuk  lokasi wisata di Karanganyar, sebagian besar adalah wisata alam.

“Wisata alam ini, harus dikonsep terlebih dahulu. Kami menghimbau, himbauan kami, agar terjaga kondusivitas , baik itu masyarakat, alam dan ekonomi bisa naik. Maka alam, masyarakat  harus ada keseimbangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, akibat adanya pembangunan lokasi wisata baru, kawasan hutan yang berda di petak 45-2,Tlogodlingo, BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta, mengalami kerusakan yang cukup parah. Wardoyo