JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Marah Besar Ada Beberapa Oknum Berani Minta Diangkat Jadi Kepala Sekolah dengan Iming-Iming Ini!

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

IMG 20191107 WA0041
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen menegaskan bahwa mutasi dan penataan SDM di berbagai dinas yang ia lakukan selama ini, termasuk Kamis (2/1/2020) dinihari lalu, didasarkan atas profesionalitas.

Ia juga mengklaim tak pernah melakukan mutasi pejabat berdasarkan suka atau tidak suka. Hal itu ia sampaikan kepads ratusan pejabat sesuai pelantikan di Gedung Kartini.

“Tolong semua bisa diterima, apapun keputusan yang diambil dalam penataan SDM semua itu berdasarkan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak pernah menata berdasarkan suka tidak suka,” paparnya.

Ia meminta para pejabat yang dimutasi, dipromosikan atau dipindah, tidak perlu protes atau mengeluh.

Menurutnya, selama ini apa yang berusaha ia bangun di Sragen, dijalankan sesuai koridor dan kaidah hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Banyak yang Tak Jujur dan Makin Memburuk, Bupati Sragen Tegaskan Pasien Positif Wajib Isolasi di Technopark. Yang Ngeyel Langsung Dikukut!

Ia pun terang-terangan mengungkap masih ada beberapa perilaku oknum yang membuatnya marah besar terkait penataan jabatan.

“Masih saja ada beberapa orang yang menganggap saya mudah dan bisa diiming-imingi sesuatu. Ada di antara beberapa Bapak Ibu yang menghubungi orang terdekat saya berusaha diangkat jadi Kepala Sekolah, memilih tempat pula. Mangke 23 September 2020 saya siap ngewangi Bupati, saestu,” ujar bupati.

Bupati kemudian mengingatkan bahwa dirinya sangat marah dengan perilaku oknum-oknum itu. Ia pun menegaskan bahwa semua pejabat dan ASN (PNS) adalah bawahannya yang sudah wajib hukumnya membantunya.

Baca Juga :  Mega Proyek Mall Pelayanan Publik Sragen Resmi Dimulai. Telan Anggaran Rp 18,5 Miliar, Bupati Pesan Jangan Mejen di Tengah Jalan

“Anda semua itu ASN. Anda semua pegawai negeri yang notabene di bawah kekuasaan saya sebagai pimpinan. Rasah mbok iming-imingi opo wae, mbantu saya sudah wajib hukumnya,” ujarnya.

Karenanya, ia berharap jangan pernah mengiming-imingi dengan hal tidak masuk akal.

“Ada beberapa yang berani dan masih bisa membuat saya marah besar. Karena berusaha mengkait-kaitkan apapun dalam menata SDM dan kebijakan ini dikaitkan dengan Pilkada 2020,” tegasnya.

Ia pun berharap untuk semua bersama-sama saling memahami. Menurutnya tak perlu saling menunjukkan eksistensi masing-masing hanya untuk menduduki jabatan tertentu.

“Harus bisa, pimpinannya nek enek bot repote yo kudu mbok ewangi,” tegasnya. Wardoyo