JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Cegah Konflik Berkepanjangan, Iran Usir AS dari Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani /AP Photo/Reuters / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk mencegah konflik berkepanjangan pasca terbunuhnya Jenderal Qasseem Soleimani oleh Amerika Serikat (AS), Presiden Iran Hassan Rouhani meminta AS untuk menarik pasukan dari Timur Tengah.

Menurutnya, situasi yang menimpa Iran sekarang tidak sehat dan bisa berujung pada konflik yang lebih pelik.

“Lakukan yang terbaik. Kami ingin anda pergi dari sini (Timur Tengah). Tidak dengan peperangan, tetapi dengan logika,” ujar Rouhani sebagaimana dikutip dari Farsnews, Kamis (16/1/2020).

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Tensi politik di Iran menegang pasca pembunuhan jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak. Beberapa hari terakhir, Iran tidak hanya harus berhadapan dengan imbas dari pembunuhan Soleimani, tetapi juga kisruh salah tembak Ukraine International Airlines serta unjuk rasa soal rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga :  Ini Peraturan Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi Covid-19: Batas Waktu hanya 3 Jam, Jemaah Dibagi Per Kelompok 1.000 Orang

Ketegangan itu memuncak setelah Iran membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer di Irak.

Meski serangan 12 rudal itu menghancurkan pangkalan militer AS, tidak ada korban jatuh di sana.

Ketegangan di Iran pada akhirnya mendorong negara-negara Eropa untuk juga menyiagakan pasukan militer mereka, mendampingi AS.

Sejumlah pasukan militer diterjunkan di Irak, Afghanistan, Abu Dhabi, dan Bahrain. Hal inilah yang dikecam oleh Iran dan dianggap memperkeruh suasana.

www.tempo.co