JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dikritik Tak Manusiawi Lantik 466 Pejabat di Tengah Malam, Sekda Bela Bupati Sragen. Balik Sebut: Mereka Saja Yang Tak Manusiawi!

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup dan Sekda. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kritikan tajam yang dilontarkan DPRD dan kalangan masyarakat soal mutasi dan pelantikan ratusan pejabat yang digelar tengah malam hingga subuh Kamis (2/1/2020) tadi, ditanggapi santai oleh eksekutif.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyebut bahwa pelantikan yang digelar mulai pukul 00.30 WIB itu sudah prosedural sesuai aturan yang berlaku.

Selain karena kepentingan umrohnya yang harus sudah terbang Kamis (2/1/2019) pagi, menurutnya sebagai ASN atau PNS, memang harus siap dilantik kapan pun juga.

“Kan harus sama-sama. Sebenarnya bisa tanggal 1 Januari, tapi kan tanggal 1 tanggal merah. Itu yang masih debatable bisa nggak melantik tanggal 1 Januari. Apanya yang salah. ASN kan harus siap dilantik kapan pun,” paparnya kepada wartawan seusai memimpin pelantikan di Gedung Kartini Sragen, Kamis (2/1/2020) pagi.

Sorotan tajam dari DPRD dan LSM itu tak lepas dari kebijakan bupati yang dianggap kontroversial dengan melantik 466 pejabat mulai pukul 00.30 WIB. Ratusan pejabat eselon mulai dari eselon IV hingga II dan kepala sekolah itu dilantik hingga pukul 03.15 WIB.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 7 Pegawai RSUD Sragen Positif Covid-19. Dari Tukang Parkir hingga Satpam, Total Sudah 84 Pegawai dan Nakes Terpapar

Bupati Yuni menguraikan pelantikan dinihari itu juga sudah dilakukan dengan alasan matang dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, bisa saja dirinya melantik tanggal 31 Desember. Tapi hal itu tidak dilakukan karena harus menunggu yang pensiun tanggal 1 Januari sekalian agar bisa menggeser pegawai yang lain.

“Tidak ada sesuatu yang dilakukan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Semua by the rule (sesuai aturan). Agar tidak ada sasaran tembak yang lain,” urainya.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto juga membela argumen bupati. Dia menampik tudingan dianggap tidak beretika dan manusiawi dengan memaksa ratusan pejabat mengikuti pelantikan tengah malam.

“Kalau ada yang bilang tidak manusiawi, mereka saja yang tidak manusiawi. Bekerja sebagai ASN (PNS) itu harus Indonesia Raya, bangunlah jiwanya bangunlah badannya. Justru ini mengawali tahun baru, harus mulai bangun jiwa dan badan untuk Kabupaten Sragen yang lebih baik,” paparnya.

Tatag menjelaskan di awal pelantikan, semua sudah diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Para pejabat dan PNS itu dilantik pagi hari supaya tak hanya badannya saja yang bangun, tapi jiwanya juga bangun untuk Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Curahan Hati Ribuan Pekerja Seni Ngisor Tarub Sragen, Sudah 6 Bulan Puasa Penghasilan. Desak Izin Hajatan Dibuka Lagi, Bupati Minta Waktu 5 Hari untuk Koordinasi Polda

Lantas, selama ini, tidak ada aturan yang mengikat soal waktu pelantikan pejabat. Sehingga Pemkab memandang bukan sebuah pelanggaran atau keniscayaan apabila pelantikan dilakukan di waktu tengah malam atau dinihari.

“Tidak ada aturan yang mengikat kapan mau dilantik. Yang penting tidak hari libur. Siang atau malam boleh saja yang penting hari masuk kerja,” tandasnya.

Ia menambahkan pemilihan waktu dinihari itu juga untuk mulai menggugah greget para pejabat maupun PNS terhadap profesinya sebagai abdi negara dan untuk Kabupaten Sragen.

Sebab selama ini PNS sudah terbiasa di zona nyaman sehingga kadang memandang sesuatu yang berbeda tapi bertujuan baik, sebagai sebuah ketidaklaziman.

“Ini akan menunjukkan sejauh mana jiwa pengabdian mereka terhadap semangat memberikan yang terbaik untuk Sragen. Itu saja, nggak ada yang lain,” tandasnya. Wardoyo