loading...
Tim rescue BPBD Sragen saat mengevakusi ular piton di Wonotolo, Gondang, Sragen, Jumat (24/1/2020) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM Kemunculan ular berukuran besar kembali terjadi di Sragen. Jumat (24/1/2020) dinihari seekor ular piton sepanjang sekira tiga meter muncul dan menyerang ayam di kandang milik, Darso (65) warga di Dukuh Kepoh, RT 29, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Sragen.

Ular berukuran besar itu muncul sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Ular itu dipergoki oleh pemilik rumah saat sedang memangsa ayam di dalam kandang.

Kemunculan piton itu juga sempat memicu keresahan lantaran sebelumnya banyak ternak ayam milik warga di wilayah setempat, mendadak hilang diduga dimangsa ular itu.

“Dari keterangan pemilik rumah, sekitar pukul 02.00 WIB, Pak Darso pulang dari ronda malam. Ia curiga mendengar suara gemuruh dari kandang ayam. Saat dicek ternyata ada ular piton sedang memangsa ayamny yang di kandang,” ujar personel BPBD Sragen, Joko Suripto di sela evakuasi, Jumat (24/1/2020) pagi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono mengungkapkan pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi ular tersebut. Sekitar pukul 05.15 WIB, pemilik rumah melapor ke kantor BPBD Sragen yang langsung ditindaklanjuti dengan mengirimkan tim ke lokasi.

Baca Juga :  Mimpi Yuni-Dedy Jilid 2 Kandas, DPD PKS Sragen Kecewa Berat dan Siap Ngegas. Sebut Sudah Banyak Yang Berminat Gandeng Dedy

“Tadi ular berhasil dikondisikan dan dievakuasi pukul 06.20 WIB. Ular dimasukkan ke dalam karung. Keberadaan ular itu memang mengganggu aktivutas pemilik ternak dan meresahkan warga karena sudah memangsa ayam di kandang,” terangnya.

Evakuasi ular juga melibatkan tim rescue Indonesian Offroad Federation (IOF) Sragen. Koordinator rescue IOF Sragen, Ahmad Mujiyono mengungkapkan tim IOF kemudian bersama BPBD mengevakuasi ular piton tersebut.

“Ularnya memang barusaja makan ayam tapi kemudian dimuntahkan. Ular saat ini sudah dievakuasi untuk direhabilitasi,” paparnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat apabila menjumpati ular piton di lingkungan terbuka atau persawahan, sebaiknya dibiarkan saja.

Kecuali jika mulai masuk ke permukiman atau rumah, warga diminta segera lapor ke rescue atau BPBD. Sebab kalau sudah masuk ke permukiman atau rumah, hal itu menandakan kemungkinan sudah muncul konflik dengan lingkungan.

Baca Juga :  Hendak Isi Pengajian, Mobil Mubalig Asal Gondangrejo Ringsek Tersambar KA Matarmaja di Perlintasan Tanpa Palang Kalijambe Sragen

“Kalau sudah masuk rumah, permukiman, apalagi sudah memangsa ternak, silakan dilaporkan biar nanti dievakuasi,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Pak Yono itu menambahkan karakter ular piton memang relatif tidak begitu agresif. Akan tetapi, jika merasa terancam, maka ular itu juga bisa menyerang manusia.

“Biasanya ular piton menyerang dengan gigitan dan lilitan. Meski gigitannya nggak berbisa, tapi mangsanya biasanya juga dililit. Jika ukuran ularnya sudah tiga meteran, melilit satu orang itu sudah susah dilepas,” tandasnya. Wardoyo