JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ibu Mertua CEO Persela Lamongan dan Sekkab Lamongan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Jadi Korban Perampokan

Lokasi kejadian pembunuhan di Lamongan. Surya/Hanif Manshuri

LAMONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rowaini (68) yang tidak lain adalah ibu mertua Sekkab Lamongan juga CEO Persela Yuhronur Effendy ditemukan tewas bersimbah, Jumat (3/1/2019) malam.

Peristiwa diduga perampokan ini menggegerkan warga Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur geger, Jumat (3/1/2019) malam.

Korban ditemukan tewas tergeletak di lantai rumahnya dengan posisi terlentang dengan luka bacok di leher dan di tangan.

“Ya kita lakukan identifikasi, ditemukan luka di leher sama di tangan,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepada Surya. co. id, Sabtu (4/1/2020) pagi dini hari.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 Naik 8,4 Persen dalam Seminggu Terakhir

Berdasarkan hasil olah TKP, dugaan sementara korban meninggal akibat luka yang dilakukan oleh terduga perampok yang masuk ke rumah korban.

Hanya saja, untuk memastikan penyebab kematian korban perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut.

“Kalau dugaan kita, ini adalah korban pencurian dengan kekerasan,” katanya.

Norman juga mengatakan, tidak tertutup kemungkinan, pelaku yang melakukan tindakan sadis tersebut merupakan orang yang kenal dengan korban.

Dengan perkiraan hanya seorang pelaku

“Ya bisa dibilang begitu. Perkiraan pelakunya cuma satu saja,” kata Norman.

Baca Juga :  Namanya Dicatut, ST Burhanuddin: Soal Uang Tak Tahu, Hatta Ali: Saya Tak Kenal Pinangki

Kini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk dapat mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang menimpa mertua, keluarga Sekkab.

Norman menargetkan secepatnya kasus ini akan terungkap siapa pelakunya, target tak sampai tiga hari.

“Beri kami waktu untuk ekstra bekerja,

baru kemudian nanti kita ungkap,

saya minta waktu 3 hari,” tandasnya.

Terduga pelaku masuh rumah korban tanpa banyak merusak,

kata Norman akan menjadi petunjuk bagi polisi untuk mengungkap pelakunya.

“Ada beberapa saksi yang dimintai keterangan hingga pagi dini hari tadi, ” katanya seraya menandaskab belum ada kesimpulan.

www.tribunnews.com