JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kesaksian Warga, Sebelum Ada Mayat Bayi di Plupuh Sragen, Sempat Muncul Fenomena Ini di Sekitar Lokasi

Tim Inafis Polres dan PMI Sragen saat mengevakuasi jasad bayi malang yang ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Gentan Banaran, Plupuh, Sragen, Selasa (21/1/2020) malam. Foto/Wardoyo
Tim Inafis Polres dan PMI Sragen saat mengevakuasi jasad bayi malang yang ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Gentan Banaran, Plupuh, Sragen, Selasa (21/1/2020) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Penemuan mayat bayi di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Gentan Banaran, Plupuh, Sragen, Selasa (21/1/2020) malam menyisakan cerita lain.

Menurut kesaksian warga, siang hari sebelum ada penemuan mayat, sempat muncul fenomena pladu di Sungai Bengawan Solo sekitar lokasi penemuan mayat.

Fenomena pladu ditandai dengan kemunculan banyak ikan ke permukaan air sungai. Sehingga warga pun beramai-ramai ke sungai untuk mengaisnya.

“Iya, tadi siang sempat pladu Mas. Banyak ikan muncul, warga pada ke sungai. Ikannya nggaringan, tapi kecil-kecil,” ujar Suwarno (55) warga Dukuh Karangasem RT 7, Gentan Banaran, Plupuh, Sragen, ditemui di lokasi penemuan mayat bayi.

Suwarno menuturkan fenomena pladu memang biasanya kerap terjadi di Sungai Bengawan Solo. Biasanya pladu atau kemunculan ikan-ikan itu terjadi ketika elevasi sungai agak rendah.

Baca Juga :  Tragis, Ditunggu-Tunggu Hingga Petang, Kartini dan Anaknya Histeris Lihat Suaminya Sudah Tewas Tergeletak di Sawah Jurangjero Karangmalang Sragen

Ia juga kaget ketika fenomena pladu itu kemudian diikuti dengan kemunculan mayat bayi yang diduga sengaja dibuang ke sungai.

“Kaget Mas. Kok tega-teganya orangtua mbuang bayi dan kelihatannya belum lama dilahirkan. Karena tali pusarnya masih sisa sekitar sepanjang jari. Bekas air ketuban juga masih nempel di kakinya. Kasihan melihat bayinya Mas,” ujar Sugino (68) warga Karangasem RT 7 B yang mengetahui penemuan bayi.

Data yang dihimpun di lapangan, mayat bayi itu ditemukan pukul 17.30 WIB oleh warga sekitar, Candra (32) warga Dukuh Karangasem RT 7, Gentan Banaran, Plupuh.

Petang tadi ia sedang mencari burung di tepi sungai. Saat turun ke sungai, ia kaget mendapati ada sesosok benda mengapung di aliran sungai agak tepi.

“Awalnya aku lihat kaya boneka. Setelah kudekati dan kutengok ternyata mayat bayi. Sempat kaget, dan saya jongkok saya lihat lagi ternyata bayi. Saya langsung ngabari warga,” paparnya ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Usai 4 Jam Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Pasangan Yuni-Suroto Kompak Langsung Pose 2 Jari!

Setelah memastikan itu mayat bayi, ia langsung berinisiatif melapor ke perangkat desa setempat. Tak lama berselang tim Polsek, Inafis Polres dan PMI Sragen langsung meluncur melakukan olah TKP dan evakuasi jasad bayi.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengatakan sesaat setelah menerima laporan, tim PMI langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi jasad bayi. Jasad bayi berhasil dievakuasi pukul.19.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSUD Sragen.

“Jenasah bayi itu langsung dibawa ke RSUD dengan ambulans PMI Sragen,” tandasnya.

Kapolres AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo