JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Palang Merah Indonesia DIY Gelar Mukerda, 2020 Tetap Fokus Pada Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Logo PMI

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) tahun 2019/2020, Sabtu (11/1/2020). Acara dilangsungkan di di Ruang Edelweis Rich Hotel Yogyakarta, pukul 09.00 WIB-selesai.

Kegiatan yang rencananya akan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X ini bakal dihadiri Dewan Kehormatan, Pengurus, Kepala Markas, Kepala Unit Pelayanan Teknis dan Perwakilan Relawan PMI se-DIY serta tamu undangan dari berbagai mitra kerja PMI DIY.

“Musyawarah kerja adalah mekanisme organisasi yang wajib kita laksanakan setiap tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja dan anggaran pendapatan/belanja tahun sebelumnya dan menyusun rencana kerja termasuk anggaran pendapatan/belanja tahun berikutnya sebagai acuan bagi PMI pada setiap tingkatan di DIY dalam menunaikan tugas-tugasnya sesuai UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan”, kata Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo dalam keterangan tertulisnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (10/01/2012)

Selanjutnya tahun 2020 PMI DIY masih akan fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan meningkatkan kapasitas organisasi, pengembangan sumber daya, pembinaan relawan serta akuntabilitas publik pada pengelolaan keuangan.

“Pada tahun 2019 PMI DIY telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, krisis kesehatan, kekeringan, angin kencang dan lainnya baik di wilayah DIY maupun di luar provinsi yang membutuhkan. Tercatat ada sekitar 52.784 orang penerima manfaat”, jelas Gusti Prabu.

Gusti Prabu menambahkan, “Pada kurun waktu yang sama PMI DIY juga telah menambah tujuh ambulans terdiri dari dua ambulans transportasi, satu ambulans gawat darurat serta enam ambulans motor. Ambulans-ambulans yang didukung oleh mitra itu tersebar di PMI DIY dan Kabupaten/Kota di DIY. Selain itu kita juga telah berhasil menyusun 69 (enam puluh sembilan) standar operasional prosedur sebagai petunjuk pelaksanaan teknis PMI se-DIY”.

Baca Juga :  Yogyakarta Terdapat Tambahan 74 Kasus Covid-19

Lebih lanjut dikatakan Gusti Prabu bahwa pada tahun yang sama tepatnya bulan Oktober 2019 PMI DIY telah menyalurkan bantuan tahap kedua dari Masyarakat Yogyakarta kepada penyintas bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

“Distribusi bantuan difokuskan pada wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah”, ungkap Arif Rianto Budi Nugroho Wakil Ketua Penanggulangan Bencana PMI DIY.

Distribusi bantuan diberikan kepada SMK Lando Bulili berupa alat dan bahan laboratorium kesehatan senilai lima puluh dua juta rupiah (Rp52 juta). Selain itu juga berupa sanitasi warga yang diberikan kepada Pondok Pesantren Tahfizul Quran Daarul Ulum Rabbani (SD IT Rarampadende) senilai seratus tiga puluh juta rupiah (Rp130 juta). Sementara itu, Madrasah Ibtidaiyah Sintuvu Singgani berupa mebeler dan dua toilet senilai seratus lima puluh juta rupiah (Rp150 juta).

Pada awal tahun yang sama PMI DIY juga masih memobilisasi 17 personel untuk membantu pemulihan di Sulawesi Tengah, di antaranya adalah spesialsiasi Water and Sanitation Hygiene (WASH), shelter, psikososial, dan tim pelayanan kesehatan dasar darurat.

Baca Juga :  Seminggu Ini, Aktivitas Kegempaan Merapi Melonjak

“PMI DIY melalui PMI Kabupaten/Kota juga telah mendistribusikan air bersih sebanyak 6.166.500 liter dampak kekeringan di wilayah Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo sesuai data per-November 2019”, tambah Arif Rianto.

Selanjutnya untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologis di DIY sebagaimana dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa tanggal 8-12 Januari 2020 sebagian besar wilayah DIY masih berpotensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang PMI DIY telah mengambil beberapa kebijakan.

“Kami telah mengaktifkan Posko PMI se-DIY, menyiapkan sarana prasarana penunjang untuk melakukan respons tanggap darurat terkait musim penghujan yang berpotensi cuaca ekstrem”, kata Arif Rianto.

Arif Rianto menambahkan, “PMI menyiagakan personel terlatih untuk kesiapsiagaan serta melakukan respons awal jika terjadi bencana. Hal ini tentu dibarengi dengan koordinasi baik internal PMI maupun instansi, lembaga terkait serta pihak eksternal lainnya untuk kecepatan respons tanggap darurat”.

Sementara itu, jumlah Relawan PMI DIY tercatat ada 8.001 orang Palang Merah Remaja (PMR), 3.032 Korps Sukarela (KSR), 1.037 Tenaga Sukarela (TSR) dan Donor Darah sukarela sejumlah 29.720 orang.

Untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap kemanusiaan, PMI membutuhkan jejaring yang luas, di antaranya dengan mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI. Mari bersama menebar senyum, tiada henti berkarya untuk kemanusiaan. */Marwantoro S