JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pengurus Cabang DPP Pengajian Al Hidayah Karanganyar Resmi Dilantik. Begini Harapak Ketua DPP

Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pengurus cabang dan musda DPP Pengajian Al hidayah Kabupaten Karanganyar, masa bhakti 2015 – 2020, resmi dikukuhkan di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar, Rabu pagi (22/01/2020).

Ketua DPD Pengajian Al Hidayah, Siti Muslihah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mensosialisasikan serta mendukung semua visi, misi dan program kerja Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sebab dukungan masyarakat adalah kekuatan untuk menghadapi tantangan dan hambatan dalam memajukan Karanganyar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa, acara dengan tema ” Kita tingkatkan eksistensi pengajian Al Hidayah melalui konsolidasi dan program kerja nyata bagi masyarakat” yang dihadiri 377 peserta dari perwakilan 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar ini, diadakan untuk memilih serta menyusun kepengurusan yang baru, merealisasikan visi, misi Bupati Karanganyar serta menciptakan keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah sehingga tercipta generasi penerus bangsa yang melek teknologi dan berakhlak baik di lingkungan keluarga.

Baca Juga :  Terhantam Pandemi Covid-19,  Mata Trans Kehilangan Omset Rp 19 Miliar. Masih Bisa Bagikan CSR untuk Masyarakat

“Pengajian Al Hidayah merupakan sarana berkumpul dan mengaji agar hati senang dan semangat, karena yang telah kita kerjakan pasti dicatat oleh Alloh, marilah kita terus berfikir untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Juliyatmono.

Yayasan ini juga diharapkan agar terus tumbuh dan maju, sehingga akan menambah wawasan ilmu agama yang luas dan keberadaannya bermanfaat bagi siapapun.

Baca Juga :  Satu-Satunya di Karanganyar, SMA Ini Punya Kelas Unggulan 2 Tahun Lulus. Kasihan Murid Jenuh Kelamaan di Rumah, 432 Siswa Langsung Dimasukkan Untuk Ikuti Orientasi Sekolah

Bupati Karanganyar berpesan kepada seluruh DPD pengajian Al Hidayah agar ikut memajukan program pemerintah dalam mewujudkan satu desa satu Hafidz Al Quran, dengan cara menginformasikan kepada tetangga disekitarnya, nantinya siswa SMP (pria) calon hafidz tersebut akan dibiayai untuk belajar Al Quran di pondok pesantren selama kurang lebih tiga tahun, dan ilmu yang diperoleh harus diterapkan di desanya masing-masing.

Di akhir sambutannya, bupati mengucapkan terimakasih kepada seluruh organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan perempuan, serta mendoakan agar selalu guyup, rukun dan kompak. Wardoyo