JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pipa PDAM Karanganyar Jadi Sasaran Sabotase. Digorok Orang Tak Dikenal, Pasokan Air ke 20.000 Pelanggan Macet

Ilustrasi air PDAM
Ilustrasi air PDAM

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pipa utama saluran air milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Karanganyar dilaporkan digergaji orang tidak dikenal, Rabu (29/01/2020) tadi malam.

Akibatnya pasokan air untuk 20.000 pelanggan terpaksa sempat seret. Pipa utama dari sumber air yang berada di Pancot, Tawangmangu itu diketahui digergaji hingga nyaris putus.

Pasokan air yang macet itu pasokan menuju reservoir (bak penampungan) yang berada di Ngemplak dan Serut.

Direktur PDAM Karanganyar, Prihanto, menduga hal itu sebagai aksi sabotase yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Naik Jadi 453 Kasus, Jumlah Suspek Tembus 1.910. Jumlah Warga Meninggal Mencapai 90 Orang

Aksi itu baru diketahui ketika petugas melakukan pemeriksaan air di reservoir yang berada di Ngemplak dan Serut yang mengalami pengurangan.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata pipa utama saluran air yang berada di Pancot, Tawangmangu, mengalami kerusakan akibat digergaji oleh orang yang tidak bertanggugjawab.

“Baru diketahui pagi hari. Pasokan air menuju reservoir mengalami pengurangan. Padahal selama ini selalu lancar. Saat dilakukan pengecekan, ternyata pipa utama rusak akibat digergaji. Akibatnya air tidak dapat mengalir maksimal menuju reservoir,” ungkap Prihanto, Kamis (30/01/2020).

Baca Juga :  Bukan Sekolah Tatap Muka, Disdikbud Karanganyar Akan Aktifkan Kembali KBM Lewat Radio Mulai Pekan Depan. Guru Sambut Baik, Tapi Pelajaran Matematika Dinilai Bakal Terkendala!

Menurunnya pasokan air ke reservoir itu akhirnya berdampak pengurangan pasokan air kepada para pelanggan.

Ia menguraikan reservoir Ngemplak dan Serut merupakan saluran air kepada para pelanggan yang berada di wilayah perkotaan, Perumnas Palur, Pasar Sibedil dengan total sebanyak 20.000 pelanggan.

“Pasokan air air sempat terganggu untuk wilayah perkotaan dan kecamatan Jaten. Sudah kami lakukan perbaikan, dan saat ini sudah kembali normal,” pungkasnya. Wardoyo