JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat di Ujung Tanduk, Rumah Tangga Pria Asal Sragen Yang Hendak Bunuh Diri Gara-Gara Disuruh Minggat, Akhirnya Kembali Rujuk

Huda dan sang istri saat dimediasi dan kembali rujuk di hadapan toloh masyarakat dan aparat setempat. Foto/Wardoyo
Huda dan sang istri saat dimediasi dan kembali rujuk di hadapan toloh masyarakat dan aparat setempat. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sempat menggegerkan warga karena hendak bunuh diri, Huda (40) warga Dukuh Ringinharjo, RT 20, Desa Banyurip, Sambungmacan, Sragen, akhirnya dipastikan selamat.

Tidak hanya itu, biduk rumah tangganya yang sempat retak, juga berhasil diselamatkan berkat upaya mediasi yang dilakukan tokoh desa serta aparat.

Huda yang berprofesi sebagai penjual cothil atau perabot keliling itu dan belum lama menikahi Suwarni (40) itu sudah kembali sehat dan pulang dari RSUD Sragen.

“Sudah sehat dan hari itu siangnya langsung dibawa pulang. Lukanya cuma 2 senti dan bisa pulih. Siangnya juga langsung jualan,” papar Ketua BPD sekaligus suami Kadus setempat, Hari Cahyono, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Hari menuturkan, sesampai di rumah, Huda juga dimediasi dengan sang istri terkait persoalan rumah tangga mereka. Setelah dimediasi dengan didampingi Babinsa dan Babhinkamtibmas, pasutri itu akhirnya bisa berdamai dan kembali rujuk.

“Mereka juga membuat surat pernyataan di hadapan kami, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” terang Hari.

Hari menuturkan, keduanya menikah baru dua bulan lalu dengan status duda dan janda. Meski baru seumur jagung, rumah tangga keduanya diakui oleh korban memang sering diwarnai pertengkaran.

Baca Juga :  Viral, Video Pemandangan Miris Ratusan Pelamar Kerja di Pabrik Boneka PT CWI Masaran Sragen Berkerumun dan Berdesakan Memasukkan Lamaran. Sebagian Bahkan Sampai Terinjak-Injak Pelamar Lain

Rasa cemburu yang terlalu dan seringnya terjadi silang pendapat, membuat istri korban pun tertekan.

Hingga puncaknya, istri korban memilih minta pisah dan minta korban minggat dari rumah. Bahkan istri korban sempat pulang ke rumah orangtuanya yang masih satu dukuh.

Hal itulah yang kemudian memicu tragedi pada Jumat (10/1/2020) dinihari kemarin. Di mana Huda nekat hendak bunuh diri dengan menusuk perutnya pakai pisau dapur.

Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan karena sang istri berteriak minta tolong.

Saat menusukkan pisau dapur di tangannya, suami Suwarni (40) itu diketahui sempat melontarkan kalimat ancaman mau mengakhiri hidupnya.

“Sambil memegang pisau ke hadapan istri, korban mengatakan NEK AKU ORA URIP  KARO KOWE MENDING AKU BUNUH DIRI (kalau nggak hidup sama kamu lebih baik aku bunuh diri). Kemudian pisau yang dipegang korban ditusukkan sendiri ke arah perut korban bagian tengah di atas pusar,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :  Dewan Rakyat Jelata Sragen Geruduk Kejaksaan Desak Kasus Dugaan Tipikor di DPUPR Diusut Tuntas. Kajari Isyaratkan Segera Panggil Kepala DPUPR!

Sang istri yang malam itu lagi kesal seusai cekcok pun tak bisa menyergah. Korban lalu menusukkan pisau ke perut hingga keluar darah mengucur sekira pukul 00.15 WIB.

Melihat suaminya menusuk perut dan roboh, istri korban takut dan lari keluar menuju ke Pos kamling untuk memberitahu warga yang sedang ronda.

Selanjutnya korban di tolong ramai-ramai oleh warga dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sambungmacan. Warga kemudian membawa korban ke RSUD Sragen.

“Sebelum kejadian, korban memang sempat datang berkonsultasi ke rumah saya pukul 22.00 WIB. Dia bilang sedang ada masalah keluarga dengan istrinya dan diusir. Lalu kami datang menemui istrinya di rumah orangtuanya dan kami beri nasehat agar bisa diselesaikan secara baik-baik. Bilangnya ya sedang bertengkar dengan istrinya dan diminta pergi dari rumah,” urai Hari. Wardoyo