JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Siaga Banjir, Gubernur Jateng Siapkan Posko Terpadu. Curah Hujan 2 Bulan Diprediksi Ekstrim Sampai 500 mm

Foto/Humas Jateng
Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Menghadapi cuaca ekstrem 2020, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendirikan Posko Terpadu Siaga Banjir. Posko yang ditempatkan di Wisma Perdamaian mulai Kamis (9/1/2020) itu untuk mengurangi risiko bencana.

“Pak Mendagri minta untuk ada posko khusus. Sebenarnya, kalau harian back up sudah ada di BPBD. Karena mungkin cuaca dua bulan cukup ekstrem dan beberapa hari ke depan dimungkinkan sangat ekstrem, kita diminta lek-lekan (siaga),” ujar Ganjar, saat meninjau Posko Terpadu Siaga Banjir, Kamis (9/1/2020).

Dia pun menunjukkan data kondisi cuaca di Jawa Tengah, di mana ada sejumlah daerah yang diprediksi mengalami curah hujan ekstrem, yang mencapai 500 mm.

“Kalau kita lihat ini ada yang berwarna hijau pekat. Ini menunjukkan ekstrem curah hujan diprediksi sampai 500 mm,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Baca Juga :  Satu ASN Terpapar Covid-19, Pelayanan di Disdukcapil Blora Ditutup Sementara

Ditambahkan, setiap hari informasi yang diperoleh akan diolah dan ditindaklanjuti. Komunikasi dengan kabupaten dan kota pun diperkuat supaya segera ada antisipasi maupun penanganan.

“Meskipun kita tidak bisa presisi tapi kita dapat mengantisipasi secara optimal. Juga segera bisa halo-halo, warning ke kades, camat dan bupati. Sebenarnya (posko) fungsinya mengurangi risiko bencana. Mendeteksi awal, dengan informasi ini kita bisa cepat mengantisipasi,” terang dia.

Penjabat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Herru Setiadhie menjelaskan, posko terpadu tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam sigap tanggap dalam mengantisipasi bencana.
Posko tersebut direncanakan berlangsung hingga Maret, sesuai prediksi BMKG di mana cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret mendatang.

Baca Juga :  Pemprov Tak Segan Tutup Destinasi Wisata di Jateng yang Melanggar Protokol Kesehatan

“Posko terpadu ini betul-betul kinerja antar SKPD. Bahkan bukan hanya Pemprov Jateng, tapi juga yang lain seperti Badan Pengelola Transportasi Darat. Ini kan dari kementrian,” jelasnya.

Dikatakan, bukan hanya bersifat informatif, posko terpadu tersebut akan meng-update data mengenai kondisi terkini seluruh kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

Selanjutnya, untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang harus diambil, baik di SKPD maupun terpadu.

“Kalau ada kejadian dengan kesiapsiagaan dapat memberikan solusi, mendorong adanya logistik bantuan kalau memang diperlukan, juga meng-update data,” beber Herru.

Pada prinsipnya, data dan informasi yang ada akan dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten kota supaya ada penanganan dan antisipasi secara cepat.

“Tujuannya memberikan ketenangan, kenyamanan, kepastian bahwa pemerintah itu hadir,” pungkasnya. JSnews