JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Sultan Minta Warga Yogyakarta untuk Tak Terpengaruh dengan Iming-iming Jadi Bagian dari Kerajaan Fiktif

Raja keraton agung sejagat dan permaisuri. Foto/Humas Polda

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kemunculan kerajaan fiktif seperti Keraton Agung Sejagad (KAS) di Purworejo dan Sunda Empire di Jawa Barat mendapat tanggapan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Sri Sultan HB X meminta masyarakat Yogyakarta untuk tidak terpengaruh dengan iming-iming menjadi bagian dari kerajaan fiktif tersebut.

“Masyarakat hati-hatilah, soalnya masyarakat kita ini diiming-imingi, susah. Nyetor duit dengan bunga tinggi ya dilakoni (dilakukan),” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (2/01/2020).

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Polisi, Bawor Rampas Uang dan HP Korban dengan Mudah, Tapi Akhirnya Meringkuk di Jeruji Besi

Kemunculan kerajaan fiktif baru, misalnya Keraton Agung Sejagad (KAS) di Purworejo dan Sunda Empire di Jawa Barat. Anggota KAS bahkan ada yang berasal dari Yogyakarta.

Hal ini, kata Sultan, karena karakter masyarakat DIY yang terbuka sehingga mudah percaya terhadap sesuatu. Walaupun begitu, keterbukaan masyarakat Yogyakarta menjadi ciri khas.

Baca Juga :  Yogyakarta Punya 5 Rute Jalur Wisata Sepeda, Menyusuri Perkampungan, Rute Bisa Diakses di Aplikasi Jogja Smart Service

“Masyarakat kita ini sangat mudah percaya sama orang lain, jadi ya susah. Masyarakat kita terbuka seperti itu ya susah. Tapi kan tidak mungkin untuk menutup begitu. Satu-satunya cara, kita sendiri yang harus hati-hati,” ujarnya.

www.republika.co.id