JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tuding Bupati Bogor Soal Banjir, Anies Seret Menteri PUPR Basuki

Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir yang melanda kawasan Jabodetabek di awal tahun 2020 kemarin memicu perseteruan pendapat dan saling lempar tanggung jawab antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Bogor Aew Yasin.

Anies menanggapi ucapan Bupati Bogor Ade Yasin yang tak mau wilayahnya disalahkan sebagai penyebab banjir di Jakarta.

Dia menyatakan bahwa pengelolaan aliran air antar wilayah bukanlah kewenangannya melainkan kewenangan Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Anies mengatakan jajarannya hanya fokus mengantisipasi banjir di wilayah Ibu Kota.

“Begitu sampai ke pengelolaan sungai antar provinsi, maka itu dikelola Kementerian PUPR,” ujar Anies Baswedan di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020).

Sebelumnya Bupati Bogor Ade Yasin mengeluarkan pernyataan cukup keras terhadap Anies yang sempat menyalahkan air kiriman dari wilayah di selatan Jakarta itu sebagai penyebab banjir.

Ade menyatakan telah berupaya melakukan pengendalian air di wilayahnya sehingga tak seharusnya Anies menyalahkan air kiriman dari Bogor.

“Jangan saling salahkan, harusnya masing-masing kepala daerah itu fokus terhadap permasalahan yang ada di wilayahnya,” ucap Ade.

“Harusnya saling gotong royong, pemerintah daerah, provinsi dan pusat dalam menanggulangi bencana ini, jangan menyalahkan,” kata Ade yang juga berkelakar bahwa dirinya bukan tokoh kartun Avatar yang bisa mengendalikan air.

Anies mengatakan, hujan lebat yang turun pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 di Jakarta dapat ditangani Pemerintah DKI Jakarta.

Alasannya, pompa air berfungsi dengan dengan baik. Anies terlihat percaya diri untuk antisipasi banjir susulan.

“Artinya secara sistem, kesiapan kita Alhamdulillah baik. Besok kita akan lebih siaga lagi terutama di tempat-tempat yg memiliki resiko ekstra,” kata dia.

Sebelumnya, Anies menyatakan bahwa antisipasi banjir di Jakarta harus dilakukan dengan pengendalian volume air dari hulu.

“Saat ini yang menjadi tantangan kami antisipasi air yang datang dari Hulu kawasan pengunungan,” ujar Anies, Rabu (1/1/2020).

Hal tersebut disampaikan Anies lantaran upaya normalisasi sungai yang sudah dikerjakan oleh DKI masih menyebabkan banjir.

Anies memisalkan salah satunya normalisasi Kali Ciluwung di Kampung Melayu.

“Ini bukti otentik, ini sudah normalisasi tapi masih ada luapan dari sungai,” ujarnya.

Anies menyebutkan salah satu bentuk pengendalian di hulu dengan membangun embuk dan bendungan. Hal tersebut kata Anies untuk menahan air tidak langsung menuju DKI Jakarta saat ada volume air yang besar di hulu.

“Jika di hulu dibangun waduk embung maka jika ada volume air besar maka air akan bertahap menuju ke bagian pesisir,” ujar Anies.

Banjir yang terjadi di Jakarta akibat hujan yang terus menerus dan merata, sehingga mulai dari hulu hingga hilir terjadi luapan. Tak hanya Jakarta,  beberapa wilayah lainnya termasuk Kabupaten Bogor pun dilanda banjir.

www.tempo.co

Baca Juga :  228 Tenaga Kesehatan Dilaporkan Meninggal Akibat Covid-19, Termasuk 9 Dokter Gigi dan 8 Guru Besar. IDI Sebut Masyarakat Banyak yang Tak Patuh Protokol Kesehatan