JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral, Postingan Driver Ojol di Tulungagung Kena Prank Pesanan Rp 525.000 Bocah

Postingan viral terkait driver ojek online (ojol) yang kena prank bocah ini sedang ramai di Tulungagung.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

TULUNGAGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah postingan seorang driver ojek online (ojol) di Tulungagung yang kena prank bocah viral di media sosial. Dalam postingan tersebut, driver ojol berinisial RD baru saja mendapat order dari seseorang bernama TiyanDwia.

Akun itu memesan 50 menu undang keju dengan total Rp 525.000 dari rumah makan di Kecamatan Tulungagung, Selasa (21/1/2020).TiyanDwia menyebut menu sebanyak itu untuk keperluan arisan keluarga.

TyanDwia sempat menghubungi RD lewat fasilitas pengiriman pesan di aplikasi pada pukul 15.40 WIB. Empat menit kemudian, TyanDwia mengirim pesan lagi.

“Its all just pank,” tulis TyanDwia.

Karena pesanan yang begitu besar dibatalkan, kemudian RD menyebarkan tangkapan layar komunikasinya dengan TyanDwia. Kontan unggahan tangkapan layar itu mengundang kemarahan warganet.

Baca Juga :  Ini 3 Kepala Dinas yang Terseret Kasus Korupsi Bupati Kutai Timur dan Resmi Jadi Tersangka

TyanDwia menjadi sasaran kecaman karena dianggap telah berbuat kurang ajar dan telah merugikan driver ojol. Wartawan berusaha menghubungi RD lewat nomor teleponnya, namun tidak ada respon.

Postingan ini pertama kali diunggah akun Mhel Mhel. Pemilik akun mengatakan awalnya pesanan tersebut akan dikirimkan ke alamat pemesan di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru.

Setelah pesanan dibeli, pemesan malahmembatalkan dan mengaku pesanan itu sekedar prank.

“Katanya, pesanan itu dikirim ke Rejoagung dan dibayar di tempat,” terang Mhel Mhel.

Namun kasus ini tidak dilaporkan ke polisi, karena sudah ada solusi untuk pengemudi ojol itu. Tidak ada penjelasan rinci solusi yang diterima abang ojol ini.

Baca Juga :  Catat, Masa Berlaku SIM Kini Tak Lagi Mengacu Tanggal Lahir Pemilik Lho

“Driver-nya sudah aman, sudah dikembalikan, dan cancelan barang juga sudah ada toleransi dari atasaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Paur Humas Polres Tulungagung, Ipda Anwari mengaku sudah memantau postingan viral itu. Namun, sejauh ini tidak ada laporan dari pihak yang dirugikan ke polisi.

Anwari berharap korban melapor sehingga polisi punya dasar untuk melakukan penyelidikan.

“Setidaknya pelaku bisa ditemukan dengan korban,” ujar Anwari.

Bahkan patroli siber Polres Tulungagung telah melacak akun Grab TyanDwia. Akun ini diketahui dipegang anak usia SMP.

“Sesuai hasil pelacakan, yang order masih anak-anak. Kami tidak melakukan tindakan, karena tidak ada korban yang melapor,” terang Anwari.

www.tribunnews.com