JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berkomplot Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 665 Juta, Mantan Kades Trobayan Sragen dan Suaminya Segera Ditahan. Berkas Tinggal Tunggu Penelitian

Kasi Pidsus, Agung Riyadi. Foto/Wardoyo
Kasi Pidsus, Agung Riyadi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Mantan Kades Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Suparmi dan suaminya, Suyadi, tinggal menghitung hari untuk menjalani penahanan.

Pasalnya, berkas kasus korupsi bermodus pemerasan serta gratifikasi yang dilakukan suami istri itu saat seleksi calon perangkat desa tahun 2018, sudah memasuki tahap penelitian di Kejaksaan Negeri Sragen.

“Berkas sudah kami terima dari penyidik Polres Sragen. Saat ini tinggal kami lakukan penelitian. Kalau sudah lengkap, akan kita nyatakan P 21 dan segera dilakukan pelimpahan tahap kedua (penyerahan tersangka dan barang bukti),” papar Kajari Sragen, Syarief Sulaeman melalui Kasi Pidsus, Agung Riyadi, Rabu (12/2/2020).

Saat ini, suami istri itu memang belum ditahan. Menurut Agung, berkas kasus tersebut saat ini masih berstatus P 19 atau tinggal menunggu penelitian.

Baca Juga :  Barusaja Masuk Zona Oranye, Kasus Covid-19 Langsung Meledak Lagi Tambah 24 Warga Positif Hari Ini. Tersebar di 12 Kecamatan, Total Kasus Meroket Jadi 511, Warga Meninggal Sudah 68

Ia menguraikan dalam kasus ini, Suparmi dan sang suami menjalankan modus menjanjikan para calon perangkat desa, bisa lolos seleksi pada 2018 lalu.

Namun sebagai imbalan mereka mematok tarif Rp 100 hingga Rp 300 juta per korban dengan dalih sebagai uang pelicin untuk mengondisikan pihak-pihak.

Dari empat korban, Suparmi dan Suyadi meraup total Rp 665 juta. Kasus itu meledak setelah tiga korban yang gagal lolos, nekat melapor ke Polres karena janji mengembalikan uang selalu diingkari oleh kedua tersangka.

“Yang lebih banyak berperan aktif sebenarnya suaminya. Dia yang menjalankan skenario, saat istrinya masih menjabat. Istilahnya ada unsur pemerasan, gratifikasi dan suap,” terang Agung.

Baca Juga :  Tambah 6 Warga Positif, Kasus Covid-19 Sragen Naik Jadi 520. Jumlah Pasien Sembuh 408, Satu Pasien Suspek Kembali Dilaporkan Meninggal Dunia

Lebih lanjut, ia menjelaskan Suparmi dan Suyadi sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi penerimaan perangkat desa 2018 sejak 25 November 2019.

”Empat peserta ditarik bayaran mulai dari Rp100 juta hingga Rp 300 juta dengan dalih sebagai uang pelicin. Tapi ternyata mereka gagal dan saat itu uang belum dikembalikan,” jelasnya.

Untuk memperlancar modus itu, Suparmi dan Suyadi melibatkan beberapa orang sebagai kepanjangan tangan dalam bentuk tim. Satu dari empat peserta itu lolos seleksi dan diterima sebagai perdes.

Dalam kasus ini, Suparmi dan Suyadi dijerat Pasal 12 huruf e UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Wardoyo