JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dituntut 5 Tahun Penjara, Ini Reaksi Terdakwa Pengancam Penggal Kepala Jokowi

Hermawan Susanto, pemuda yang ancam penggal kepala Jokowi / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terdakwa kasus kejahatan terhadap martabat Presiden yang mengancam penggal kepala presiden Joko Widodo (Jokowi), Hermawan Susanto alias Wawan, mengunci mulut saat ditanya wartawan usai dituntut 5 tahun penjara oleh  Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan itu dilontarkan oleh JPU dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan tuntutan.

“No comment,” kata Hermawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dia menyerahkan kepada tim penasihat hukum mengenai rencana mengajukan nota pembelaan atas keberatan terhadap tuntutan yang dijeratkan jaksa.

“Insya Allah (melakukan pembelaan,-red), tetapi dari penasehat hukum saja, mungkin bisa tanya langsung,” kata Hermawan.

Sementara itu, penasihat hukum Hermawan, Abdullah Alkatiri mengatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada Selasa (25/2/2020).

“Kami akan tanggapi ini untuk bikin nota pembelaan minggu depan. Iya, dia bilang menyerahkan semuanya kepada kami. Dia tidak ada pembelaan pribadi jadi murni dari Penasehat Hukum,” kata dia.

Dia menilai pasal 104 juncto pasal 110 ayat (2) KUHP yang dijeratkan kepada kliennya itu tidak tepat karena pasal pemberatnya tidak sesuai perbuatan yang dilakukan oleh Hermawan.

Baca Juga :  Viral Video Antrean Ambulans Disebut Bawa Pasien Positif Covid-19 ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Ini Faktanya

Menurut dia, perbuatan Hermawan hanya sekedar spontanitas.

“Yang dimaksud makar itu harus ada perbuatan permulaan. Niat dan perbuatan permulaan. Itu kan ga ada, spontan dan tidak ada dia menyerang, tidak ada bawa senjata, dan sebagainya,” ujarnya.

Sehingg

Dituntut 5 Tahun Penjara, Ini Reaksi Terdakwa Pengancam Penggal Kepala Jokowi

Hermawan Susanto, pemuda yang ancam penggal kepala Jokowi / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Terdakwa kasus kejahatan terhadap martabat Presiden yang mengancam penggal kepala presiden Joko Widodo (Jokowi), Hermawan Susanto alias Wawan, mengunci mulut saat ditanya wartawan usai dituntut 5 tahun penjara oleh  Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan itu dilontarkan oleh JPU dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020). Sidang tersebut mengagendakan pembacaan tuntutan.

“No comment,” kata Hermawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca Juga :  68 Kabupaten/Kota Belum Susun Perkada Covid-19

Dia menyerahkan kepada tim penasihat hukum mengenai rencana mengajukan nota pembelaan atas keberatan terhadap tuntutan yang dijeratkan jaksa.

“Insya Allah (melakukan pembelaan,-red), tetapi dari penasehat hukum saja, mungkin bisa tanya langsung,” kata Hermawan.

Sementara itu, penasihat hukum Hermawan, Abdullah Alkatiri mengatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada Selasa (25/2/2020).

“Kami akan tanggapi ini untuk bikin nota pembelaan minggu depan. Iya, dia bilang menyerahkan semuanya kepada kami. Dia tidak ada pembelaan pribadi jadi murni dari Penasehat Hukum,” kata dia.

Dia menilai pasal 104 juncto pasal 110 ayat (2) KUHP yang dijeratkan kepada kliennya itu tidak tepat karena pasal pemberatnya tidak sesuai perbuatan yang dilakukan oleh Hermawan.

Menurut dia, perbuatan Hermawan hanya sekedar spontanitas.

“Yang dimaksud makar itu harus ada perbuatan permulaan. Niat dan perbuatan permulaan. Itu kan ga ada, spontan dan tidak ada dia menyerang, tidak ada bawa senjata, dan sebagainya,” ujarnya.

Sehingga, dia optimistis nota pembelaan pada saat dibacakan dapat membebaskan kliennya karena pasal yang dijeratkan JPU dirasa tidak sesuai.

www.tribunnews.com

a, dia optimistis nota pembelaan pada saat dibacakan dapat membebaskan kliennya karena pasal yang dijeratkan JPU dirasa tidak sesuai.

www.tribunnews.com