JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kejagung Duga Dana Korupsi Jiwasraya Rp 17 T Disimpan di Singapura dan Eropa

Kejaksaan Agung tahan lima orang tersangka dalam kasus Jiwasraya /tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kejaksaan Agung menduga aset milik enam tersangka kasus Jiwasraya disimpan di Singapura dan Eropa.

Korupsi yang dilakukan oleh enam tersangka di PT Asuransi Jiwasraya tersebut, mengakibatkan kerugian negara dengan jumlah mencapai Rp 17 triliun.

“Singapura salah satunya, saya lupa. Eropa juga ada,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020) malam.

Namun, catatan ihwal negara mana saja yang menjadi tempat penyimpan aset belum sepenuhnya terkonfirmasi. Penyidik masih menelaah data tersebut.

Baca Juga :  Insiden Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Sudah Ditahan, Polisi Belum Tahu Motif Penyerangan

“Belum, ini masih dilihat datanya. Itu kan datanya engga lengkap. Jadi mana yang dapat dari PPATK, itu dikoordinasikan, dapet lagi, dikoordinasikan,” kata Febrie.

Sebagai informasi, untuk melacak keberadaan aset enam tersangka Jiwasraya yang berada di luar negeri, Kejaksaan Agung bakal bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Febrie mengatakan, kerja sama itu dilakukan lantaran Direktorat Jenderal Pajak telah memiliki koneksi dengan instansi serupa di luar negeri.

Baca Juga :  IDI Laporkan 115 Dokter Meninggal Akibat Pandemi Covid-19, Sebut Setara 300.000 Rakyat Indonesia Kehilangan Pelayanan Kesehatan

“Karena dia (Direktorat Jenderal Pajak) ada kerja sama dengan direktorat pajak yang ada di luar ngeri. Sehingga ada fasilitas apa gitu. Itu jalurnya lebih cepat kalau menggunakan itu. Karena dia sudah terbiasa,” kata Febrie.

Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka Jiwasraya. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmir.

www.tempo.co