JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kelakuan Busuk Kades Purworejo Akhirnya Terbongkar. Ternyata Sering Nyabu di Kantor, Digerebek Saat Ngamar di Karaoke

Ilustrasi oknum lurah yang kepergok karaoke bersama anak buahnya di Karaoke Gravista, saat dites urine oleh petugas Dokkes Polres Sragen, Sabtu (30/12/2018) dinihari. Foto/Wardoyo
Ilustrasi oknum lurah yang kepergok karaoke bersama anak buahnya di Karaoke Gravista, saat dites urine oleh petugas Dokkes Polres Sragen, Sabtu (30/12/2018) dinihari. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kelakuan Kades di Purworejo ini benar-benar keterlaluan. Betapa tidak, ia diduga sering nyabu di kantor.

Kades berinisial PH (36) warga Desa Briyan Rt 02/Rw 02, Kecamatan Ngombol, Purworejo itu pun akhirnya ditangkap polisi.

Tersangka ditangkap di sebuah rumah café dan karaoke di Desa Purwosari, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Dari hasil tes urine tersangka positif mengkonsumsi barang terlarang ini.

“Tersangka mengaku sering nyabu di kantor desa, karena beliau seorang kepala desa (Kades),” kata Kasat Narkoba Polres Purworejo Iptu Joyo Suharto dilansir Tribratanews, Senin (3/2/2020).

Baca Juga :  Gelar 403 Operasi, Pemkab Kudus Jaring 6.951 Pelanggar Prokes, Jumlah Sanksi Denda Capai Rp 58 Juta

Tersangka yang seorang Kades ini ditangkap polisi saat gelar Kegiatan Kepolisisan Yang Ditingkatkan (KKYD) pada tengah malam di café dan karaoke Jamrud Khatulistiwa Desa Purwosari.

“Setelah dilakukan tes urine terhadap tersangka, menunjukkan hasil positif mengandung amphetamine yang terkandung dalam shabu,” kata Joyo Suharto.

Dijelaskan, saat Sat Narkoba Polres Purworejo menggelar giat KKYD sekitar pukul 24,00 dengan melakukan razia dan tes urine terhadap pengunjung sebuah cafe dan karaoke, lalu setelah melakukan tes urine terhadap PH menunjukkan hasil positif mengandung amphetamine yang terkandung dalam shabu. “Dalam interogasi singkat PH mengaku jika sering memakai shabu di Balai Desa Briyan yang sekaligus merupakan kantornya,” kata Joyo Suharto.

Baca Juga :  Satu ASN Terpapar Covid-19, Pelayanan di Disdukcapil Blora Ditutup Sementara

Dalam penggeledahan juga ditemukan sebuah sedotan plastik warna biru yang terpotong pendek runcing dan masih ada bercak shabu. Tersangka bisa dijerat dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

www.teras.id