JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Selesai Direstorasi, Besok Lokomotif Uap D1410 Dikirim ke Solo, Siap Jadi KA Wisata Jaladara

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lokomotif uap D1410 siap dikirim menuju ke Solo setelah selesai menjalani proses restorasi di Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif tersebut akan dibawa ke Solo, Kamis (6/2/2020)

Rencananya, lokomotif uap ini akan mendampingi lokomotif yang sudah ada di Purwosari untuk menjadi KA Wisata Jaladara. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, pengiriman lokomotif uap ini tentu menjadi hal yang menggembirakan setelah tuntasnya proses restorasi.

“Dan juga, bisa menjadi momen yang dikatakan bersejarah mengingat jalur rel Yogya-Solo, yang kini sudah jalur ganda, sudah puluhan tahun tak dilintasi lokomotif uap. Dulu jenis rel kecil, R33, kini sudah rel besar yakni R54. Tentunya menjadi momen yang bersejarah,” katanya kepada Tribunjogja.com, Rabu (5/2/2020) melalui sambungan telepon.

Eko mengungkapkan, rencananya lokomotif ini akan dikirim pada Kamis (6/2/2020) dari stasiun Lempuyangan menuju ke stasiun Purwosari.

“Yang istimewa, rencananya, lokomotif ini berjalan sendiri. Ini mungkin sekaligus sebagai in reyen (ujicoba) langsung dari Yogya ke Solo. Nanti ada satu unit Track Motor Car (TMC) yang mengawal,” paparnya.

Baca Juga :  Polisi Komitmen Ungkap Kasus Penyerangan Anggota PSHT, Kapolresta Solo Beri Pesan Ini

Atas rencana perjalanan ini, Eko meminta masyarakat yang antusias untuk melihat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan.

“Terutama untuk mereka yang suka selfie. Jangan berdiri di tengah rel,” ungkapnya.

Setibanya di Solo, lanjut Eko, direncanakan loko ini akan beroperasi mendampingi lokomotif yang sudah ada, sebagai KA Wisata Jaladara.

Sebelumnya, lokomotif uap D1410 merupakan satu koleksi Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah. Lokomotif ini kemudian dibawa ke Purwosari, kemudian masuk Balai Yasa Yogyakarta untuk menjalani restorasi.

Pada awal November 2019 lokomotif ini menjalani ujicoba di jalur tes Balai Yasa. Ujicoba pada awal pekan kemarin tersebut tergolong sukses.

Tak ada hambatan berarti, dan lokomotif yang sempat menghuni Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil hidup dan bergerak kembali.

“Dari data kami, lokomotif ini buatan sekitar tahun 1921 oleh pabrikan Hanomag dari Jerman sementara sasisnya buatan Werkspoor dari Belanda. Dengan berat sekitar 71 ton, panjangnya 12,65 meter dan tinggi 3,78 meter,” katanya kepada Tribun Jogja, kemarin.

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Polisi, Bawor Rampas Uang dan HP Korban dengan Mudah, Tapi Akhirnya Meringkuk di Jeruji Besi

Menurut Eko, lokomotif berkekuatan 268 daya kuda ini ini beserta satu lokomotif lain yang lebih besar dan panjang yakni D52 dibawa dari TMII ke Kawasan Stasiun Purwosari di Solo.

Sempat lama disimpan di sana, lokomotif uap D1410 kemudian dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta untuk menjalani rehabilitasi untuk membuatnya berjalan kembali.

“Pengerjaannya selama 270 hari kerja. Alhamdulilah, lokomotif yang sempat lama sekali mati ini berhasil hidup kembali. Rencananya, tapi kami masih menunggu instruksi lebih lanjut, akan dibawa ke Solo. Ini dilakukan untuk mendukung operasional KA Wisata Jaladara.

Eko menjelaskan, KA Wisata Jaladara yang melayani rute Purwosari-Solo Kota selama ini memang hanya dilayani satu lokomotif uap. Dengan rencana dipakainya lokomotif uap D1410 ini, tentu akan menjadi pendorong yang baik.

“Jadi, misalnya ada lokomotif yang harus menjalani perawatan, masih ada lokomotif yang bisa menggantikan,” ungkapnya.

www.tribunnews.com