JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kouta Hanya 65.535 Warga, Puluhan Ribu Keluarga Miskin di Sragen Tak Menerima Program Sembako BPNT. Nilai Bantuan Naik Rp 40.000 Jadi Rp 150.000 Perbulan

Nunuk Sri Rejeki. Foto/Wardoyo
Nunuk Sri Rejeki. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 65.535 keluarga miskin di Sragen bakal masuk daftar sebagai menerima bantuan pangan nontunai (BPNT) yang pada 2020 bakal berubah menjadi Program Sembako.

Namun jumlah itu belum mencakup keseluruhan warga miskin karena kuota dari pusat terbatas untuk 65.535 warga miskin saja. Sedang total warga miskin di Sragen mencapai 105.806 warga.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial, Joko Saryono melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin, Nunuk Sri Rejeki kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Ia mengatakan sesuai keputusan penggantian BPNT menjadi Program Sembako itu dari Kementerian Sosial. Namun penerima Program Sembako itu sering kali tidak memenuhi kuota dari Kemensos.

Seperti tahun 2020 ini, realisasi Program Sembako pada Januari 2020 hanya 65.535 keluarga miskin. Padahal jumlah keluarga miskin di Sragen mencapai 105.806 keluarga atau 324.909 jiwa.

Baca Juga :  Baru Terungkap, Ustadz Muda Sragen Habib MA Yang Meninggal Terpapar Covid-19 Ternyata Punya Penyakit Penyerta Ini. Bupati Kaget Karena Mendiang Tidak Merokok, Warga Sebut Rajin Olahraga!

Sehingga ada puluhan ribu warga miskin yang belum bisa menerima bantuan Program Sembako.

Data keluarga miskin itu didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Sragen per Oktober 2019.

“Realisasinya sering kali tidak memenuhi kuota karena didasarkan pada data terpadu kesejahteraan sosial. Data tersebut diverifikasi dan divalidasi empat kali dalam setahun, yakni Januari, April, Juli, Oktober,” paparnya.

Nunuk menguraikan penerima Program Sembako itu diambil dari data terpadu kesejahteraan sosial. Yakni 25% dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Untuk program keluarga harapan (PKH) hanya 18% yang diambil dari keluarga dengan tingkah kesejahteraan terendah.

Pelaksanaan Program Sembako itu dikendalikan lewat online monitoring sistem perbendaharaan dan anggaran Negara.

Baca Juga :  Peduli di Tengah Pandemi, PT DJP Sragen Gandeng Lions Club Solo Gelar Donor Darah dan Sumbang 500 Hazmat ke Puskesmas. Dirut PT DJP: Covid-19 Tidak Akan Berlalu Kalau Kita Hanya Diam Saja! 

“BPNT hanya untuk menebus beras 9,5 kg dan telur setengah kg. Sedangkan Program Sembako bisa menebus beras 10 kg, telur 1 kg, dan kacang hijau setengah kg. Kacang hijau itu sudah memenuhi unsur vitamin dan mineral,” urainya.

Ditambahkan, Program Sembako merupakan salah satu intervensi dalam menekan angka kemiskinan. Pada 2020 ini, kemiskinan ditarget turun dari 12,79% menjadi 12,36% dan pada 2021 ditargetkan bisa turun di angka 11,86 %.

“Nominal bantuannya naik dari yang sebelumnya Rp 110.000 menjadi Rp 150.000. Pada tahun lalu BPNT hanya untuk pemenuhan karbohidrat dan protein, pada Program Sembako ini ditambah menjadi empat unsur. Yakni karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” randasnya. Wardoyo