JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Lagi, Giliran Driver Ojol Jadi Korban Klitih di Gamping Sleman, Begini Kronologinya

Ilustrasi pembacokan. pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang driver ojek online alias Ojol Enriko Christanto (40) menjadi korban klitih Sabtu (1/2/2020) dini hari. Warga asal Bangunjiwo, Bantul ini menjadi korban dari tindak kekerasan jalanan yang lebih familiar disebut ‘Klitih’ di Jalan Kabupaten tepatnya di daerah Trihanggo, Gamping, Sleman.

Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo, ketika dihubungi Tribunjogja.com, membenarkan bahwa aksi kekerasan jalanan ini terjadi di Kecamatan Gamping. “Benar, ini (klitih) terjadi sekitar pukul 3.00 WIB,” katanya.

Menurut Sudaryo, korban diserang ketika masih membawa seorang penumpang di belakang kemudinya.

Baca Juga :  Era New Normal, Usaha Pariwisata di DIY yang Mati Suri Mulai Bangkit

“Dari informasi di lapangan, penumpangnya aman,” ungkapnya.

Kasus ini bermula saat Enrico tengah mengantarkan penumpangnya lewat jalan Kabupaten.

Saat melintas di Jalan Kabupaten, korban berpapasan dengan pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba, pengendara motor yang melaju dari arah berlawanan tersebut mengayunkan benda yang diperkirakan senjata tajam ke arah Enrico.

“Tiba-tiba orang yang berpapasan dengan korban ini pun mengayunkan sejenis benda yang diperkirakan senjata tajam,” katanya.

Lanjutnya, senjata itu pun mengenai wajah korban dan menyebabkan luka di bagian mulutnya.

Baca Juga :  Total 787 Kasus Positif Covid-19, Transmisi Lokal Dominasi Kasus Baru di DIY

“Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” katanya.

Sudaryo menambahkan, hingga saat ini korban masih belum bisa dimintai keterangan terkait kejadian naas yang menimpanya.

“Sejak dilarikan ke rumah sakit, korban belum bisa diajak berbicara karena luka di bagian mulutnya. Rencananya Hari ini korban akan menjalani operasi,” paparnya.

Adapun untuk pelaku aksi klitih ini, Sudaryo beserta jajaran Kepolisian Sektor Gamping masih terus melakukan penyelidikan.

Petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

www.tribunnews.com