JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Polisi Bongkar Jaringan Peredaran Narkoba Lewat Facebook dan Instagram

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya merilis peredaran tembakau gorila jaringan Surabaya. Konferensi pers berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (8/2/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di era milenial, media sosial (Medsos) dapag digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Sayangnya, medsos juga dapat dengan mudah digunakan untuk kepentingan-kepentingan negatif, salah satunya peredaran narkoba.

Peredaran narkoba dengan mwnggunakan sarana medsos tersebut berhasil dinongkar oleh jajaran Polda Metro Jaya, dengan barang bukti berupa ganja sintetis asal Surabaya.

Modus itu terungkap setelah polisi menangkap 13 tersangka jaringan pengedar tembakau gorila ini di Jakarta, Bekasi, dan Surabaya sejak 27 Januari 2020. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan komunikasi selanjutnya bakal berlangsung di Line apabila calon pembeli tembakau gorila berminat.

“Ada belanja online kemudian kalau usernya ingin melakukan transaksi pembelian bisa melalui direct message kalau instagram, setelah itu dipersilakan untuk salah satu akun Line,” kata Herry saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (8/2/2020).

Kepala Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ahmad Fanani memaparkan, jual beli tembakau gorila dilakukan melalui Facebook dan Instagram. Menurut Fanani, penjual bakal menyaring calon pembeli terlebih dulu.

Cara penyaringannya dengan meminta calon pembeli untuk mengisi seperti pendaftaran ketika komunikasi masih berlangsung di Facebook dan Instagram.

“Dia seperti mau daftar dulu. Dia harus pakai daftar, pakai nama, pakai akun, semuanya. Lengkap seperti kita mau daftar Facebook,” jelas Fanani. “Kalau dia tidak masuk, tidak akan dikasih kode khusus untuk Line.”

Polisi menyita 28,432 kilogram tembakau gorila dalam pengungkapan kasus ini. Adapun pengedaran ini dikendalikan oleh seorang napi yang ditahan di Lapas Sleman, Yogyakarta.

Peredaran tembakau yang diracik dengan bahan kimia dan esens dari Cina di Surabaya ini berlangsung sejak 2019. 

www.tempo.co

Baca Juga :  Sekda DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Anies Tunjuk Pelaksana Harian