JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Survei PPI: Maju Pilpres 2024, Elektabilitas Anies Merosot Karena Banjir

Tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Hasil survei dari Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cenderung turun.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Anies saat ini sebesar 11,5 persen.

Elektabilitas ini turun dari yang sebelumnya sebesar 15-20 persen.

Elektabilitas Anies mengalami penurunan diduga lantaran penanganan banjir di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Minggu (23/2/2020).



Menurut Adi, sisa kepemimpinan Anies di Jakarta selama 2,5 tahun ke depan adalah pertaruhannya untuk menjaga performa.

“Bagi Anies 2,5 tahun sisa pemerintahannya adalah pertaruhan apakah Anies tetap bisa menjaga performa politiknya, sebagai bagian tokoh yang selalu dihadap-hadapkan dengan penguasa saat ini,” kata Adi.

Adi mengatakan, ujian nyata bagi Anies adalah soal membenahi masalah banjir, kemacetan serta distribusi ekonomi yang berkeadilan.

“Kalau melihat kecenderungan elektabilitas Anies justru turun, Anies saat ini elektabilitasnya 11,5 persen, kalau sebelumnya kan Anies tinggi, 15-20 persen,” ungkapnya.

Adi menduga, elektabilitas Anies turun dalam waktu dekat ini lantaran penanganan masalah banjir banjir di DKI Jakarta yang terjadi sejak 1 Januari 2020 lalu.


“Andai Pilpres dilakukan hari ini, saya menduga kenapa elektabilitas Anies ini turun dalam waktu dekat ini.”

“Karena banjir yang terjadi di Jakarta sejak 1 Januari 2020 itu cukup ekefektif membunuh krediilitas Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta,” tegasnya.

Untuk kembali menaikkan elektabiltasnya, Anies harus ekstra keras untuk membenahi isu-isu politik yang berkembang di masyarakat.

“Makanya bagaimana Anies ini mampu me-recovery isu-isu politik yang berkembang.”

“Kurang lebih dua tahun ke depan untuk menaikkan elektabilitas dia,” terangnya.

Hal itu perlu dilakukan Anies, jika dirinya ingin maju mencalonkan diri dalam kontestasi pemilihan presiden pada 2024 mendatang.

“Andai Anies bermimpi untuk jadi presiden 2024, jadi Anies ini pertaruhan di sisa dia sebagai Gubernur Jakarta,” paparnya.

Survei Politika Research Consulting dan Parameter Politik Indonesia menyoroti elektabilitas mantan pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa periode pertama.

Ada empat hal yang disoroti kedua lembaga survei tersebut.

Yakni top of mind capres, top of mind cawapres, popularitas serta elektabilitas.

Dilihat dari top of mind capres, Anies harus puas menduduki peringkat ketiga dengan presentase 6,66 persen.

Sementara di posisi pertama dan kedua diduduki oleh Jokowi sebesar 15,48 persen dan Prabowo Subianto sebesar 13,78 persen.

Kemudian dari sisi top of mind cawapres, Anies harus mengakui kalah dari Sandiaga Uno sebesar 14,92 persen dan Maruf Amin sebesar 6,79 persen.

“Sandiaga nomor satu dalam top of mind cawapres dengan asumsi Jokowi dan Prabowo tidak dimasukkan di 2024,” kata Adi.

Selanjutnya, dari sisi popularitas, Anies harus kembali menelah kekalahannya dari mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang lebih dikenal publik sebesar 78,3 persen.

Sementara Anies hanya meraih 74 persen.

Namun demikian, jika dilihat dari aspek suka dan tidak suka, Ahok lebih tidak disukai dengan prosentase sebesar 26,5 persen dibandingkan Anies 12,8 persen.

Dari sisi elektabilitas, Prabowo masih menduduki peringkat pertama.

Disusul dengan Sandiaga Uno 9,1 persen, Gunernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 8,8 persen dan baru Anies dengan prosentase sebesar 7,8 persen.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Birokrasi Paling Rumit se-Dunia, Jokowi Serukan Reformasi Birokrasi Struktural