JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terkuak, Misteri Mayat Dengan Wajah Rusak Mengapung di Bengawan Solo Jenar Sragen. Ternyata Warga Pasar Kliwon Solo Bernama Yoshua

13594
Tim kepolisian, PMI Sragen san unsur terkait saat mengevakuasi jenazah pria misterius yang mengapung di Bengawan Solo wilayah Jenar. Foto/Wardoyo
loading...
Tim kepolisian, PMI Sragen san unsur terkait saat mengevakuasi jenazah pria misterius yang mengapung di Bengawan Solo wilayah Jenar. Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM Identitas mayat dengan kondisi membusuk dan wajah rusak yang ditemukan mengapung di di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Dukuh Butuh, Kedawung, Jenar, Kamis (27/2/2020) pagi akhirnya terkuak.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui merupakan warga Solo. Korban diketahui bernama Yuliaknus Yoshua berusia 43 tahun.

“Berdasarkan keterangan kerabat, korban berdomisili di Kampung Sangkrah RT 02/12, Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo,” papar Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi, Jumat (28/2/2020).

Ia menguraikan jenazah korban kemudian langsung dijemput pihak keluarganya di kamar jenazah RSUD Sragen. Keluarga korban menjemput sekitar pukul 05.00 WIB tadi pagi.

Terungkapnya identitas korban sekaligus mengakhiri misteri mayat yang sempat membuat gempar warga itu.

Sehari sebelumnya, warga di sekitar lokasi digegerkan dengan temuan mayat itu yang mengapung di tepian sungai. Saat ditemukan kali pertama, kondisi mayat sudah rusak dan tak bisa dikenali.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Sesalkan Bobolnya Insiden Campursari Berujung Pengeroyokan 2 Anggota PSHT di Mondokan. Ketua Satgas Covid-19: Padahal Sudah Ada Maklumat Kapolri dan Imbauan Meniadakan Hajatan!

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat itu diketahui pukul 10.00 WIB oleh warga sekitar sungai.
Mayat tersebut diketahui mengenakan kemeja hitam lurik, kaos dalam merah dan celana levis coklat tiga perempat.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kapolsek Jenar Iptu Ali Ma’mun mengatakan awalnya mayat itu sudah terdeteksi oleh tukang ojek di wilayah Jembatan Ganefo Tangen.

“Lalu dikejar dan bisa dievakuasi di Dukuh Butuh, Kedawung. Posisinya di pinggir sungai. Kondisinya sudah rusak dan nggak bisa dikenali tapi jenis kelaminnya pria,” paparnya.

Iptu Ali menguraikan dari hasil identifikasi dan pemeriksan petugas medis, jasad korban diperkirakan sudah lebih dari empat hari meninggal.

Karena tanpa identitas dan sudah rusak, jenasah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Sragen.

Baca Juga :  Data Terbaru Kasus Corona di Solo Raya 22 Maret. Kota Solo Paling Tinggi, Sragen Turun Drastis, 2 Kabupaten Masih Hijau

Terpisah, Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengatakan seusai menerima laporan, tim PMI  merespon ke lokasi menggunakan ambulans guna melakukan assessment. Setiba di lokasi, tim membantu melakukan pencarian dan mengevakuasi dari sungai.

“Sekitar pukul 11.43 WIB, jenazah ditemukan dan dievakuasi ke depo pasir Dawung, Jenar. Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans alfa 01 PMI ke kamar jennazah RSUD Soehadi Prijonegoro untuk diakukan visum,” terangnya. Wardoyo