JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

34 Warga Karanganyar Dalam Status ODP dan PDP Terkait Corona Virus. Ketua AMPG: Silakan Cuek Kalau Ingin Diburu Covid-19!

Ketua AMPG Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani saat memberikan sambutan di hadapan ribuan kader dan simpatisan pada HUT ke-18 AMPG Karanganyar di Alun-alun Plasa Karanganyar, Senin (17/2/2020). Foto/Wardoyo

loading...
Ketua AMPG Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani saat memberikan sambutan di hadapan ribuan kader dan simpatisan pada HUT ke-18 AMPG Karanganyar di Alun-alun Plasa Karanganyar, Senin (17/2/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Munculnya kasus 2 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 32 orang dalam pemantauan (ODP) terkait corona virus di Karanganyar, membuat kalangan muda Partai Golkar, angkat suara.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani berharap semua pihak untuk lebih peduli dan waspada terkait antisipasi corona virus.

Menurutnya, di situasi pandemi corona virus dan adanya status KLB di Kota Solo yang berbatasan dengan Karanganyar, tak boleh dipandang remeh.

Ia berharap kepedulian, kewaspadaan dan bantuan sekecil apapun diperlukan guna mencegah penyebaran corona yang sejauh ini sudah merenggut 32 nyawa di berbagai wilayah di Indonesia.

“Disituasi seperti ini nilai kemanusiaan (humanity) dipertaruhkan, membantu yang bisa dibantu sekecil apapun untuk mencegah wabah Corona,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (21/3/2020).

Putra Bupati Karanganyar, Juliyatmono itu menekankan masyarakat untuk lebih meningkatkan antisipasi. Yakni dengan mematuhi instruksi pemerintah untuk menghindari bepergian ke luar kota, kontak atau berkumpul, serta meningkatkan pola hidup bersih sehat utamanya cuci tangan dengan antiseptik setiap saat.

Baca Juga :  Kabar Baik, Mulai Pekan Depan Obyek Wisata di Karanganyar Kembali Dibuka. Tapi Tidak Untuk Satu Jenis Wisata Ini!

“Tuhan pasti akan menyelamatkan siapapun yang peduli dan membantu. Silahkan cuek kalau ingin diburu Covid-19, ini problem kemanusiaan,” tukasnya.

Sebelumnya, kalangan DPRD Karanganyar menyoroti sikap Pemkab yang kurang terbuka dalam menyampaikan kondisi corona virus di Karanganyar.

Sempat dinyatakan aman-aman, faktanya laporan di Pemprov Jateng mencatat hingga Jumat (20/3/2020), sudah ada 32 warga Karanganyar dalam status ODP dan 2 warga dengan status PDP corona.

Dinas Kesehatan Karanganyar pun akhirnya baru angkat bicara soal kasus corona yang ada di Bumi Intanpari.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwanti, mengatakan sampai hari Jumat (20/03/2020) pukul 13.30 WIB, secara umum kondisi Karanganyar masih aman.

Istilah aman, menurutnya merujuk pada
kondisi karena sampai sejauh ini belum ada yang positif virus Corona di Karanganyar.

Namun, Purwanti mengakui saat ini ada satu warga Karanganyar yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Warga itu sudah menjalani perawatan di RSUD Karanganyar.

Sedangkan dua warga yang juga sempat menjalani perawatan.

Baca Juga :  Berkah Idul Fitri, Para PKL Karanganyar Segera Tatap The New Normal dan Boleh Berjualan Kembali. Pedagang Sambut Gembira, Tapi Kalau Melanggar Bakal Dicabut!

Mereka masing-masing warga Tangerang dan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Keduanya sudah dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, Solo.

“Warga Karanganyar dengan status PDP tersebut, kondisinya stabil. Tapi ada penyakit yang menyertai, yakni asma dan hypertensi. Kondisi saat ini sangat baik dan stabil,” ujarnya.

Untuk data ODP 32 orang yang tercantum dalam website htttp://corona.jatengprov.go.id/, Purwanti menjelaskan, dari 32 orang itu nerupakan orang atau warga Karanganyar yang baru pulang dari luar negeri atau dari wilayah terjangkit corona.

Dijelaskannya, dari 32 orang ini, 5 orang diantaranya masuk dalam kategori pemantauan. Sedangkan 27 orang sisanya masuk kategori pengamatan.

“Jadi ini adalah kewaspadaan dini petugas kami di daearah. Kalau ada keluhan, kita lanjutkan pemeriksaan. Kalau tidak ada keluhan kita anjurkan agar tidak kemana-mana,” urainya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, menurutnya, DKK telah memerintahkan bidan desa, dokter, klinik dan Puskesmas melakukan pengecekan dan pemantauan.

Pengecekan dan pantauan diarahkan terhadap warga yang baru datang dari daerah  terdampak. Wardoyo