JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

70 Warga Dilanda Sakit Jadi Korban Gunungan Sampah, Puluhan Warga 2 Dusun Demo Blokir Jalan Menuju TPA Sukosari Karanganyar . Belasan Truk Terhadang di Pintu Masuk

Ilustrasi gunung sampah
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi gunung sampah

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Puluhan warga Dusun Sukosari, Desa Sukosari, Jumantono menggelar aksi demo dengan memblokade jalan masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari, Senin (16/3/2020).

Aksi itu sebagai bentuk protes atas tersumbatnya saluran air akibat menggunungnya sampah di TPA tersebut.

Warga geram lantaran gunungan sampah itu amblas dan menyumbat saluran air hingga berimbas memicu luapan banjir di dusun setempat.

Aksi itu digawangi warga Rw 01 dan Rw 02 Dusun Sukosari, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono. Akibat pemblokiran jalan masuk, membuat belasan truk berjajar mengantri di depan TPA Sukosari, tepatnya berada disamping Jalan Raya Jumantono.

Koordinator aksi yang juga tokoh Dusun Sukosari, Purwanto mengatakan aksi tersebut terpaksa dilakukan karena buruknya pengelolaan sampah di TPA Sukosari, berimbas menyengsarakan warga.

Menurutnya, munculnya gunungan sampah yang terbiarkan itu memicu berbagai masalah ke warga.

Baca Juga :  DPC PDIP Karanganyar Kurban 2 Ekor Sapi dari Rober dan Dolfi. Tapi Baru Akan Disembelih Besok Pagi, Ini Penjelasan Ketua DPC PDIP Karanganyar Sebut Ini Alasannya!

Di antaranya melubernya tumpukan sampah ke permukiman, polusi bau busuk ketika hujan, hingga serbuan lalat ke permukiman yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Terlebih, lokasi TPA hanya sekitar 50 meter dari permukiman warga. Ia mengungkapkan buruknya pengelolaan sampah itu memicu banyak warga yanh sakit dan lingkungan jadi tak sehat.

“Sakitnya ada yang masuk angin, DBDD, asam lambung, tipes dan lainnya. Dalam kurun dua bulan Januari sampai Februari ini saja ada 70 warga yang jadi korban dan sakit” paparnya.

Purwanto menguraikan dampak buruk luapan juga mematikan pertanian warga. Ia mencatat setidaknya ada banyak tanaman di persawahan warga sekitar TPA yang gagal panen dan bacek gegara terendam luapan air.

“Sumur Pamsimas yang digunakan untuk minum setiap harinya pun juga ikut tercemar sampah yang menggenang. Apa warga harus diam saja,” tukasnya.

Baca Juga :  Lokasi Longsor Kemuning Ngargoyoso Dipasangi Garis Polisi. Proses Evakuasi Korban Tewas Berlangsung Dramatis

Perihal problem itu sebenarnya sudah disampaikan ke pihak pengelola TPA dari DLH. Namun hanya dijanjikan mediasi dan belum ada solusi.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan, Plt Kepala DLH Karanganyar, Dahono mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan DPUPR terkait problem pengelolaan TPA Sukosari.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya sudah mengerahkan satu eskavator, satu bakchoe dan satu diesel penyedot air. Ia berjanji akan membantu semaksimal mungkin memberi solusi atas keluhan warga di Sukosari.

“Kalau soal tumpukan sampah itu sebenarnya terjadi karena musim hujan yang deras, serta sampah setiap hari semakin menumpuk. Tetapi kami berjanji akan mencari solusinya. Saat ini, baru kami tindaklanjuti dahulu dengan mengeruk sampah dan menyedot air supaya terlihat dimana sampah menyumbat, ” tandasnya. Wardoyo