JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Tokoh Agama di Tanon Sragen Diduga Cabuli Siswi SD di Kamar Mandi Masjid. Korban Sampai Trauma Berat dan Ketakutan Mau ke Masjid

ilustrasi / tribunnews

loading...
Ilustrasi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus dugaan pencabulan siswi SD mencuat di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di salah satu desa di Kecamatan Tanon, dilaporkan menjadi korban pencabulan seorang pria paruh baya tetangganya sendiri.

Ironisnya, pelaku yang diketahui berinisial TY (60) itu selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh agama di desanya.

Siswi kelas IV, sebut saja Mawar, itu dicabuli di kamar mandi masjid di dekat rumah pelaku. Diduga kuat, aksi pencabulan sudah berlangsung berulangkali sehingga membuat korban akhirnya trauma berat.

Dugaan pencabulan oleh tokoh agama itu mencuat setelah orang tua korban nekat melaporkan kejadian itu ke Polres Sragen.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari sejumlah warga setempat, Senin (16/3/2020), aksi pencabulan sudah berlangsung beberapa waktu.

Aksi bejat pria paruh baya itu dilakukan di kamar mandi masjid. Dari kabar yang berkembang di warga, pelaku mencabuli korban di kamar mandi masjid saat situasi sedang sepi.

Selama ini, pelaku diketahui memiliki kios yang menjual makanan dan jajanan anak-anak. Dari situlah, korban sering jajan dan singgah hingga membuat pelaku kemudian memanfaatkannya.

“Korban selama ini tinggal sama neneknya di rumah. Orangtuanya cerai dan ibunya merantau. Warga juga kaget karena selama ini, yang bersangkutan (TY) sebenarnya dikenal aktif dalam kegiatan agama dan tokoh juga. Tahunya ketika neneknya curiga kok korban gak mau lagi ke masjid, setelah didesak akhirnya ngaku kalau trauma nanti digitukan lagi oleh TY. Katanya sering digitukan di kamar mandi sampai alat vitalnya kesakitan tiap buang air kecil,” ujar S, salah satu warga Kalikobok, Senin (16/3/2020).

Terpisah, Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , membenarkan bahwa sudah menerima aduan terkait dugaan pencabulan siswi SD di salah satu desa di Kecamatan Tanon itu.

Aduan itu sudah diterima dan saat ini tengah ditangani oleh tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sragen.

“Iya benar. Memang ada aduan masuk soal dugaan pencabulan siswi SD di Tanon itu. Saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Unit PPA Reskrim. Dari penyelidikan sementara, tindakan pelaku diperkirakan baru sebatas pencabulan dan belum sampai terjadi persetubuhan paksa. Karena setelah dilakukan visum selaputnya tidak sampai robek,” terangnya.

AKP Harno menambahkan saat ini tim masih mengintensifkan penyelidikan dan pengumpulan data serta bahan keterangan. Untuk terduga pelaku sementara belum dilakukan penahanan.

Kapolsek Tanon, AKP Heru Budiharto memastikan laporan dugaan pencabulan siswi SD itu memang langsung dilaporkan ke Polres Sragen.

“Tidak lewat Polsek dulu. Langsung ke Polres Mas,” tuturnya. Wardoyo