JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Anggota Komisi II DPR RI, Paryono Soroti Ada Finalis Putri Indonesia Sampai Tak Hafal Pancasila. Sebut Pembinaan Wawasan Kebangsaan ke Milenial Masih Kurang!

Kalista Iskandar (kiri, dok instagram)/ Paryono (kanan). Foto kolase/ Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200310 091609
Kalista Iskandar (kiri, dok instagram)/ Paryono (kanan). Foto kolase/ Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Anggota Komisi II DPR RI dari PDIP, Paryono menyoroti rendahnya wawasan kebangsaan dan pengetahuan tentang Pancasila pada generasi milenial.

Legislator asal Karanganyar itu pun mendesak pemerintah mengevaluasi total dan melakukan kajian lantaran kian hari fenomena rendahnya pemahaman itu makin memprihatinkan.

Salah satunya ia soroti soal insiden salah satu finalis Putri Indonesia asal Sumatera Barat, Kalista Iskandar yang tak hafal butir Pancasila pada ajang grand final pemilihan Putri Indonesia 2020 di Jakarta dua malam lalu.

“Kami prihatin, sekelas finalis Putri Indonesia juga tidak hafal Pancasila. Itu contoh nyata nasional. Ini yang menjadi sorotan dan keprihatihan kami,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (9/3/2020).

Legislator yang pernah menggawangi Ormas Pemuda Pancasila Karanganyar itu menyayangkan fenomena rendahnya wawasan kebangsaan dan Pancasila di kalangan milenial.

Baca Juga :  Klaster Baru Covid-19 di Jateng Cukup Tinggi, Dinas Pariwisata Antisipasi Ledakan Wisatawan Saat Libur Panjang Akhir Tahun. Masyarakat Diminta Proaktif Laporkan Pelanggaran Prokes ke Media

Ia meminta pemerintah mengkaji apa yang salah dan segera melakukan pembenahan.

“Apakah kualitas SDM-nya, kemampuannya, pemahaman hukum atau apa. Menghafal Pancasila saja seperti itu. Kalau jadi wakil ke luar negeri bicara Pancasila saja nggak hafal, lha terus gimana,” tuturnya.

Ia berharap insiden Kalista Iskandar menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi BPIP yang menggawangi pembinaan Pancasila di negeri ini, merupakan partner dari Komisi II.

“Kami minta agar lebih ditingkatkan. Karena pembinaan dan sosialisasi Pancasila yang menyasar ke milenial kurang. Ini juga akan jadi kajian untuk diajukan fraksi kami di MPR agar jadi bahasan,” tandasnya.

Pernyataan Paryono dilontarkan menyusul insiden Kalista Iskandar, finalis 6 besar yang mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam ajang Puteri Indonesia 2020 yang gagal melafalkan butir Pancasila dengan benar.

Ia menjadi perbincangan setelah kesalahan yang dilakukannya saat sesi tanya jawab. Perempuan 21 tahun ini mendapat pertanyaan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang malam itu menjadi salah satu juri.

Baca Juga :  Diawali Suara Gemuruh, Bencana Longsor Luluhlantakkan 2 Rumah Warga di Desa Berjo Ngargoyoso Karanganyar. Jalur menuju Telaga Madirda Sempat Macet Tertimbun Longsoran

“Apakah Kalista hafal lima sila yang terkandung dalam Pancasila? Silahkan,” kata Bambang Soesatyo. Kemudian Kalista berhasil menyebutkan sila 1 sampai 3 dengan benar. Namun, pada sila keempat dan kelima, Kalista keliru menyebutkannya.

“Keempat, kemasyarakatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lima, kemanusiaan sosial yang adil dan beradab,” kata Kalista.

Setelah itu, Kalista menjadi perbincangan karena tidak berhasil melafalkan Pancasila dengan benar.

Kalista pun berterima kasih kepada seluruh pendukungnya yang selalu memberikan semangat pada dirinya.

“Kepada semua orang, terima kasih banyak atas cinta dan dukungan kalian yang terus menerus sepanjang perjalanan ini,” tulis Kalina di Instagram Storynya pada Jumat, 6 Maret 2020. Wardoyo