JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Asyiknya, Susur Sungai Maron Kenali Ekosistem

Suasana susur sungai Maron Pacitan. istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di dukung kondisi langit cerah, Keluarga Besar Gugus II R.A. Kartini Korwil 3 Kecamatan Banjarsari, tak terkecuali SD Muhammadiyah 1 Ketelan ikuti susur sungai Maron Pacitan Jawa Timur untuk observasi kenali ekosistem, Jum’at (7/3/20).

Poin penting hikmah dalam pembelajaran di sungai. Pertama, warga sekolah diajak mempelajari ekosistem sungai baik air dan biota yang hidup di dalamnya untuk mengawal Merdeka Belajar Guru Penggerak.

“Asyik tadi teman-teman sejawat diajak untuk mengetahui beberapa penyebab kerusakan sungai, melihat sumber air, sifat sungai dan mengetahui kualitas air, tapi warna air sungai kehijauan nan bersih, arus yang tenang serta rindangannya pohon kelapa dan berbagai jenis pohon lainnya di sisi kanan dan kiri sungai akan langsung menghipnosis Anda, layaknya Sungai Amazon di Amerika Selatan,” kata Jatmiko Wakil Kepala Sekolah bidang Humas di sela-sela kegiatan.

Baca Juga :  Pandemi Bukan Penghalang untuk Berkreasi. UNS Gelar Pameran Seni Rupa Internasional secara Virtual dengan Peserta dari 15 Negara

Kedua, tadabbur alam bersama warga sekolah melihat laut yang luas, bergemuruhnya ombak, beragam jenis-jenis ikan itu bisa meningkatkan keimanan.

Dengan mengamati benda-benda, bagaimana satu dengan yang lain saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti, akan adanya Allah.

Firman Allah SWT: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal (QS. Ali Imran (3): 190).

Juga (Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah diciptakan-Nya langit dan bumi serta berlain-lainnan bahasa dan warna kulitmu (QS. Ar-Rum (30): 22)

Hakikat tadabbur alam yang sebenarnya cukup dengan memperhatikan dan memfokuskan benda-benda sekitar. Seraya mengajaknya turut mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap benda-benda tersebut dan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.

Persiapan dimulai pukul 04.30 dengan lokasi Pantai Kasap, Pantai Watu Karung, Salat Jum’at berjama’ah di Masjid al Muttaqin Dusun Gumulharjo Desa Watu Karung, Sungai Maron, Pantai Ngiroboyo, Pusat oleh-oleh Unique, Bakso Titoti dan sampai di Solo Pukul 22.30 WIB.

Baca Juga :  Melalui Karya "Bahitra Acitya Boardgame", Tim PKM Prodi Desain Komunikasi Visual ISI Surakarta Siap Berkompetisi di PIMNAS 2020

Keseruan juga disampaikan Gunawan. Dia mengatakan serasa dibawa masuk ke hutan Amazon. Pasalnya, bagian kanan dan kiri Sungai Maron dipagari oleh hutan tropis yang teduh.

Air di Sungai Maron juga masih jernih dan bersih. Sementara, kedalaman sungai dapat mencapai 20 meter.

Sungai Maron membentang sepanjang 4,5 km jauhnya. Nantinya, setelah puas menyusuri Amazon versi mini, wisatawan juga akan dibawa menuju bukit-bukit karang dekat pantai yang bermuara di Pantai Ngiriboyo.

Tak cuma bermain di sungai, wisatawan juga bisa menghabiskan waktu di pantai sebelum kembali ke dermaga Sungai Maron.

”Susur sungai berlangsung selama 45 menit lamanya,” ujar Gunawan salah satu tenaga kependidikan. Prihatsari