loading...

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir dan tanah longsor melanda wilayah ujung timur Wonogiri di Kecamatan Kismantoro.

Sedikitnya 7 rumah warga dan satu jembatan terdampak dalam peristiwa itu. Sementara kerugian total diperkirakan mencapai Rp 156 juta.

Informasi dari BPBD Wonogiri, Selasa (3/3/2020), banjir dan longsor terjadi Senin (2/3/2020). Peristiwa itu dipicu curah hujan dengan intensitas sedang dengan durasi lebih dua jam.

Di Desa Gembiranom, banjir akibat luapan sungai mengakibatkan 5 rumah
warga Dusun Bonggi RT 3 RW 6 terendam. Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah yang terdampak banjir milik Kader kondisi dinding rumah mengalami kerusakan, Tarji kondisi dinding rumah mengalami kerusakan, Katinem kondisi lantai rumah penuh lumpur, Kasimah kondisi dinding rumah mengalami kerusakan, dan Giyono kondisi lantai rumah penuh lumpur.

Baca Juga :  Menuju New Normal, Tim Harimau Polres Wonogiri Bakal Giatkan Patroli Dialogis

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut kerugian material sekitar Rp 30 juta. Kondisi sekarang sudah surut. Durasi air tergenang di bagian rumah sekitar 30 menit setelahnya luapan air sungai sudah surut sehingga tidak ada pengungsian

“Derasnya aliran air sungai mengakibatkan pondasi dan leneng jembatan ambrol. Lokasi kejadian RT 1 RW 7 Lingkungan Ploso Kelurahan Kismantoro merupakan jembatan antar lingkungan di Kelurahan Kismantoro
Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun luka, kerugian material sekitar Rp 120 juta. Upaya sementara memberikan rambu dan pengaman sederhana dari hambu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto.

Baca Juga :  Ciptakan Rasa Aman Saat Lebaran 4 Jalur Utama di Wonogiri Jadi Sasaran Patroli Skala Besar TNI Polri Satpol PP dan Dishub

Sementara di Desa Lemahbang tanah longsor mengakibatkan dua bangunan rumah warga mengalami kerusakan ringan. Pemilik yang terdampak adalah Tono di RT 1 RW 3 Dusun Lemahbang dan Katiyem di RT 3 RW 6 Dusun Sambeng. Kerugian material sekitar Rp 6 juta. Aria