JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Imbau Masyarakat Waspadai Beredarnya Masker Palsu. Instruksikan Dinas Buru Penimbun Masker!

Relawan Solo Peduli saat membagikan masker gratis kepada pengendara di Karanganyar di tengah kelangkaan masker dan melejitnya harga masker. Foto/Wardoyo

loading...
Relawan Solo Peduli saat membagikan masker gratis kepada pengendara di Karanganyar di tengah kelangkaan masker dan melejitnya harga masker. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono menginstruksikan dinas terkait segera melakukan pemeriksaan di lapangan terkait kekosongan stok masker.

Apabila terindikasi penimbunan, maka ia meminra agar pelakunya harus ditindak tegas. Hal itu disampaikan menyusul laporan kekosongan dan kelangkaan stok masker di apotek dan lokasi penjual di Karanganyar dalam beberapa waktu terakhir semenjak merebaknya kabar kasus corona virus.

“Masker itu untuk kebutuhan mendesak. Selama ini tersedia banyak, tapi tiba-tiba menghilang. Kalaupun ada, harganya menjadi mahal. Kita berharap jangan ada permainan dan jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan,” paparnya kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

Bupati juga mewanti-wanti masyarakat agar lebih selektif memilih masker di pasaran. Dalam kondisi langka seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin memunculkan niat oknum tak bertanggungjawab untuk mengedarkan masker palsu dan daur ulang.

Baca Juga :  New Normal, Hanya PKL asal Karanganyar Yang Boleh Jualan Lagi di Taman Pancasila dan Alun-Alun. Syarat Lainnya Harus Memenuhi Ketentuan Berikut Ini!

“Rusak dulu maskernya sebelum dibuang. Bisa jadi bekasnya didaur ulang pelaku,” katanya.

Ia mengaku dari laporan yang diterimanya, masker yang biasanya dijual di apotek wilayah Karanganyar memang sedang kosong.

Tak hanya itu, di gudang logistik PMI juga kosong sehingga sampai tak membagi kepada masyarakat saat hujan abu vulkanik merapi melanda Selasa (3/3/2020).

Ia sangat menyesalkan jika kelangkaan itu dipicu oleh oknum yang melakukan aksi penimbun.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat tidak serta merta panik. Sebab kondisi itu justru akan memudahkan pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk berbuat kejahatan.

“Jangan panik. Tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Jika resah berlebihan malah tidak bagus. Seperti peemintaan masker yang luar biasa sehingga penyedianya kehabisan. Di Karanganyar kosong. Dimana-mana sulit membelinya. Itu membuat masyarakat resah. Kalau sudah begitu, orang-orang tak bertanggung jawab mudah memanfaatkan. Misalnya menimbun barang untuk kemudian dijual lagi dengan harga fantastis,” tandasnya.

Baca Juga :  Sejumlah Pengunjung Indomaret Karanganyar Tertangkap Tak Pakai Masker, Satpol PP Langsung Beri Pembinaan. Plt Kadinas Imbau Masyarakat Taati Aturan Sambut Karanganyar New Normal

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo meminta pemerintah segera bertindak dan menyiapkan simulasi penanganan pasien corona. Terutama di RSUD dan puskesmas.

Ia juga merasa prihatin dampak sosial yang telah dirasakan masyarakat, meski sejauh ini belum ada temuan kasus di Karanganyar.

“Habisnya stok masker membuat resah masyarakat. Pemkab perlu bertindak. Jangan sampai dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya. Wardoyo