loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Berasal dari Wuhan, China, virus Corona atau COVID-19 telah menewaskan setidaknya 77 orang warga Iran dan menjangkiti pejabat tinggi di sana.

Selebihnya, terdapat sebanyak 2.336 warga di Iran juga tertular virus tersebut.
Sementara itu, pejabat tinggi Iran yang dinyatakan positif tertular Corona adalah
Kepala Layanan Medis Darurat Iran, Pirhossein Kolivand.

Sebagaimana laporan resmi pemerintah Iran pada Selasa (3/3/2020),  Wakil Menteri Kesehatan Iran Alireza Raisi melaporkan 11 kematian baru dan 835 kasus baru.

Angka ini merupakan lonjakan terbesar dalam satu hari terhitung sejak wabah mulai menyebar luas di Iran dua pekan lalu.

Sebelumnya Iran telah berupaya untuk menekan penyebaran virus, termasuk menutup sementara sekolah dan institusi pendidikan, acara publik, dan olahraga hingga membatasi jam kerja pegawai.

Beberapa pejabat tinggi Iran juga turut menjadi korban akibat virus Corona.

1. Iraj Harirchi
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi dinyatakan positif virus Corona pada 25 Ferbuari lalu. Kejadian itu bermula saat ia sedang mendampingi Ali Rabiei dalam konferensi pers, Iraj terlihat berkeringat dan beberapa kali menyeka wajahnya dengan tisu. Dia kemudian mengungkapkan dalam sebuah video jika dirinya positif terjangkit virus Corona dan akan menjalani karantina di rumah.

2. Masoumeh Ebtekar
Kementerian kesehatan Iran melaporkan Wakil Presiden Iran ke-7, Masoumeh Ebtekar positif tertular virus Corona pada 27 Februari lalu. Disusul oleh tujuh pejabat tinggi lainnya yang juga tertular virus Corona.

3. Mohammad Mirmohammadi
Seperti dilansir kantor berita Tasnim, virus Corona telah merenggut nyawa Mohammad Mirmohammadi, 72 tahun yang merupakan anggota Dewan Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada Senin, 2 Maret 2020.

4. Pirhoseein Kolivand
Kepala Layanan Medis Darurat Iran atau EMS Pirhossein Kolivand, dilaporkan terjangkit virus Corona pada Selasa, 3 Maret 2020. Pihak EMS mengatakan, kondisi kesehatan Kolivand baik-baik
saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Khamenei mengimbau masyarakatnya untuk tetap menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan wabah virus Corona. Dia mengklaim Iran sudah bersikap transparan dengan melaporkan setiap detail angka terhadap kasus baru dan juga korban kematian virus Corona tanpa menutupinya. Ia justru menuduh negara lain yang berusaha menutupi fakta yang ada. Khamenei juga terus berdoa agar pasien yang terinfeksi virus Corona dapat segera sembuh.

www.tempo.co

Baca Juga :  Melawan Corona dengan Bantuan Dukun, Ini Fakta!