JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dua Orang Keluarga Pasien Corona Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo Dinyatakan Negatif Corona

Ilustrasi virus corona. pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hasil laboratorium uji spesimen dua orang dari korban meninggal pria yang dinyatakan positif covid-19 di RS Moewardi Solo menyatakan hasil negatif.

Kini, dua warga Kabupaten Magetan tersebut masih dirawat di ruang isolasi RSUD Saiful Anwar Malang dan RSUD Dr Soedono Madiun.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (16/3/2020) petang. Khofifah mengatakan bahwa dua orang tersebut sudah dinyatakan negatif meski saat ini masih dirawat di ruang isolasi.

“Alhamdulillah sudah keluar hasilnya dan dua-duanya negatif,” kata Khofifah.

Ia menegaskan saat ini total ada sebanyak 18 orang dalam pemantauan (ODP) di Jawa Timur. Sedangkan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 6 orang.

Baca Juga :  Munculkan Kerumunan di Tengah Pandemi, Pakar Hukum Habib Rizieq Shihab Tak Bisa Dikenai Sanksi Pidana, Ini Yang Bisa Dilakukan

Dan hingga saat ini belum ada satu orang pun warga Jawa Timur yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona jenis baru covid-19.

Bahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga sempat melakukan tes corona lantaran berkontak dengan tamu negara asal Belanda yang sempat berkontak dengan Menhub Budi Karya Sumadi, juga dinyatakan negatif.

“Koordinasi kami dengan 44 jaringan rumah sakit yang sudah kami tunjuk untuk menangani covid-19 sangat komprehensif, dan hingga saat ini untuk warga Jawa Timur belum ada yang terindikasi positif covid-19,” tegas Khofifah.

Per hari ini, Pemprov juga menambah sebanyak 120 ruang isolasi tambahan sebagai langkah antisipatif untuk menangai wabah virus corona.

Baca Juga :  Resmi Tersangka, Edhy Prabowo Mundur dari Menteri KKP, Jokowi Tunjuk Luhut Sebagai Pengganti Sementara

Tak hanya menambah ruang isolasi, disampaikan Khofifah bahwa saat ini Pemprov Jatim memiliki tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging (Pinere) dari RSUD Dr Soetomo Surabaya sebanyak 30 orang.

Dengan kondisi ini, disampaikan gubernur perempuan pertama Jatim tersebut, tim dokter Pinere dikonsolidasikan untuk bisa memberikan layanan mobile dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain.

“Sehingga kemungkinkan kekurangan tim expert di rumah sakit daerah bisa diatasi. Tim dokter pinere ini akan mobile,” tegas Khofifah.

Dengan antisipasi ini Khofifah berharap semua warga Jawa Timur merasa aman semua karena mereka merasa tenang lantaran jika terjadi hal yang tak diinginkan mereka akan terlayani di ruangan yang terstandar dan komprehensif.

www.tribunnews.com