JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Imbas Corona, Penumpang Bandara Adi Soemarmo Solo Turun 47%

Proses pengisian BBM atau avtur pesawat di bandara Adi Soemarmo Solo. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Imbas merebaknya virus Corona mulai terlihat di Bandara Adi Soemarmo Solo. Jumlah penumpang di Bandara Internasional yang terletak di Boyolali tersebut mengalami penurunan sekitar 47 persen dibandingkan dengan sebelumnya saat virus Corona belum merebak.

Menurut Airport Operation and Safety Senior Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Guntoro, penurunan penumpang terutama terjadi untuk penerbangan internasional dan umrah.

“Penurunan sekitar 47 persen dibandingkan saat wabah virus korona belum merebak. Karena beberapa maskapai penerbangan internasional yang menunda jadwal penerbanhan karena penyebaran virus korona. Salah satunya Malaysia Airlines. Penerbangan untuk umrah juga cancel. Beberapa penerbangan domestik juga sudah mulai mengurangi penerbangannya,” ujar Guntoro, Minggu (15/3/2020).

Baca Juga :  Posting Hoax Kasus Flyover Manahan di Grup FB, Warga Pasar Kliwon Dipanggil Polisi dan Minta Maaf

Guntoro menambahkan, Bandara Adi Soemarmo Solo juga menerapkan pengawasan ketat terhadap penumpang yang berasal dari tiga negara, Iran, Korea Selatan dan Italia.

“Hal itu sesuai dengan instruksi dari Kementerian Luar Negeri, bahwa pengawasan khusus dilakukan pada penumpang dari tiga negara yaitu dari Iran, Korea Selatan, dan Italia. Para penumpang dari tiga negara tersebut harus memiliki setifikat kesehatan dari negara setempat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Keris Pusaka di Angkringan Lik Gino Setiabudi Solo

Namun untuk penumpang domestik, lanjut Guntoro, hanya diberlakukan pemeriksaan dengan thermal scanner.

“Sampai saat ini kami belum menambah personel pengawasan, kami masih memaksimalkan petugas yang ada dengan dibantu petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang dan aviation security (Avsec) dan lainnya. Jika ditemukan pemindaian suhu tubuh yang ada potensi lebih dari 38 derajat celsius itu dilakukan protokol sesuai prosedur yang berlaku,” tukas Guntoro. Prihatsari