JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Dia Sarasehan Online Alias Saron Wonogiri, Variasi Pengelolaan Pembelajaran Daring di Tengah Covid-19

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebijakan libur sekolah karena pandemi Covid-19 tak menjadikan kegiatan pengembangan kompetensi guru menurun. Sebagaimana siswa yang terus melakukan pembelajaran di rumah, guru juga difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri untuk terus mengupdate keilmuannya.

“Melalui tim Pengembang Konten Pendidikan dan Pembelajaran (PKPP) yang telah kami bentuk sebelumnya, kami terus berupaya menghadirkan variasi pembelajaran agar guru di Wonogiri bisa mengupdate keilmuannya dalam rangka merdeka belajar. Salah satu bentuknya berupa kegiatan sarasehan online Wonogiri yang dimotori oleh teman-teman pendidik yang tergabung dalam tim pengembang konten,” kata Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Retno Puspitorini, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Selasa (24/3/2020).

Retno menyampaikan Saron Wonogiren (Sarasehan Online Wonogiri) adalah sebuah media untuk berinteraksi, belajar bersama dengan menggunakan platform Webex. Kegiatan ini mendukung guru untuk belajar darimana saja, kapan saja dan dimana saja. Di sisi lain, sarasehan ini bisa digunakan untuk sosialisasi kebijakan-kebijakan strategis pemerintah kabupaten Wonogiri. Hal ini bisa menjadi sangat efektif mengingat wilayah Wonogiri yang begitu luas

Harapan utama yang ingin didapatkan adalah tersedianya media belajar bagi guru maupun siswa. Ketika siswa belajar di rumah, maka guru juga wajib belajar. Di Saron ini disediakan ruang seluas-luasnya kepada guru yang mempunyai pengalaman yang sekiranya bisa dibagikan kepada guru secara umum di Wonogiri. Goal points adalah pemerataan kompetensi guru, dan penyediaan layanan belajar bagi guru.

Baca Juga :  Polres dan ATR BPN Wonogiri Jalin Kerjasama Penyuksesan PTSL dan Legalisasi Aset Polri

Hal ini serupa dengan tujuan pembentukan tim pengembang konten pendidikan. Tim ini dibentuk sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Wonogiri menyambut kebijakan Merdeka Belajar Kemdikbud. Wonogiri menyambut kebijakan ini dengan membuat kuisioner pemetaan kompetensi guru pada bulan Desember 2019, kemudian dianalisis dan hasilnya dirumuskan menjadi sebuah kebijakan. Satu di antaranya adalah pembentukan Tim Pengembang Konten Pendidikan dan Pembelajaran. Tim ini sebagai motor pemerataan kompetensi guru di Wonogiri.

Retno menjelaskan kegiatan ini akan terus diupdate dengan perkembangan dan isu pendidikan terkini. Tim menggunakan aplikasi webex cisco dan mengemasnya dalam kegiatan online bersama Saron. Dalam minggu ini telah terjadwal 4 kali tatap muka online yang di kemas oleh tim. Mulai dari Padlet For Learning oleh Agus Rudi P, Pembelajaran MIKIR Tanoto Foundation oleh Witono yang keduanya merupakan juga fasilitator PINTAR Tanoto Foundation di Wonogiri, Quipper School oleh Susanto, dan Pembuatan APE Bopincu oleh Dian Ekawati.

“Kegiatan online ini dimulai pukul 09.30 sampai dengan 11.30 WIB. Sarasehan online kita lakukan sejak hari pertama, Senin, tanggal 16 Maret 2020. Waktu itu diawali dengan sosialisasi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang kebijakan pertama siswa belajar di rumah. Kami berharap dengan aktifnya kanal online ini kompetensi guru di Wonogiri terus berkembang serta mampu menggunakan beragam media dan tool pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Biar pembelajaran menyenangkan dan anak-anak tidak bosan,” katanya.

Baca Juga :  Digelar di Daerah Perbatasan Magetan Jatim, Rapid Test Corona Program Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLIX Wonogiri Sasar Pedagang Pasar Puhpelem

Salah satu anggota tim PKPP dan Pemateri Pembelajaran MIKIR dari PINTAR Tanoto Foundation Witono menjelaskan, harapan utama dari kegiatan sarasehan online adalah terjalinnya komunikasi dan interaksi aktif seluas-luasnya bagi stakeholder pendidikan, dan masyarakat. Untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tema-tema kekinian di tengah menjangkitnya virus corona.

“Melalui media ini, dalam situasi serba terbatas diharapkan tidak terjadi kemandegan informasi dan komunikasi yang mengedukasi banyak kalangan. Tema-tema yang bervariasi diharapkan dapat menjadi media komunikasi bagi masyarakat yang lebih kompleks dan luas. Tema-tema untuk guru, disajikan berbagai keterampilan teknis yang mendukung tugas profesinya,” ungkap dia.

Melihat respon dan animo yang semakin tinggi, tim pengembang konten pendidikan berupaya uterus merancang program komunikasi dan interaksi aktif melalui media video conference maupun website yang telah diluncurkan beberapa waktu sebelumnya. Aria