JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kecelakaan Maut Pasuruan, Mobil Tabrak 6 Motor dan Tenda Berisi 10 Orang, 4 Tewas & 2 Terluka


loading...

PASURUAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan hebat terjadi di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2020) dini hari. Sebuah mobil Toyota Innova nopol AG 1270 VI menabrak enam motor dan enam orang di Jalan Raya Malang – Surabaya.

Kecelakaan ini menyebabkan empat orang meninggal dunia, dan dua orang mengalami luka berat.

Semua korban adalah karyawan yang demo dan membuat tenda di depan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Mobil ini menabrak barisan motor milik karyawan yang sedang berada di dalam tenda.

Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, mobil tersebut dikemudikan SPW (32), warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Indef: Pelonggaran PSBB Bisa Picu Angka Kematian Akibat Covid-19 Naik 61 Persen

Kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah Malang dengan kecepatan sedang.

Saat sampai di lokasi kecelakaan, mobil mengarah ke kiri dan berjalan di bahu jalan.

Mobil langsung menabrak enam motor yang diparkir di depan pintu masuk perusahaan AMDK tersebut.

Awalnya mobil menabrak motor Honda Vario nopol N 2169 TBS, lalu menabrak motor Honda Astrea Grand nopol N 6018 TQ.

Setelah itu mobil menabrak motor Yamaha Vega nopol N 4757 BR, Kawasaki Ninja nopol W 6480 VE, motor Yamaha Mio nopol N 6148 TCB, dan terakhir menabrak motor Honda Supra X nopol N 2169 TBS.

Baca Juga :  Ini Sejumlah Fakta, Gadis 18 Tahun Dirudapaksa 5 Pria di Tulungagung hingga Video Viral di WA

“Setelah menabrak motor, mobil tetap melaju dan menabrak tenda yang berisi 10 orang di trotoar.”

“Mobil baru berhenti setelah menabrak pagar perumahan,” kata AKP Dwi Nugroho, Kasatlantas Polres Pasuruan kepada SURYAMALANG.COM.

Empat korban meninggal dunia adalah Hamzah warga Prigen, Doni Fatofah warga Nganjuk, Ahmad Yani warga Pandaan, dan Sucipto warga Pandaan.

Sedangkan dua korban luka berat adalah Muhamad Arip Wijayah warga Prigen, dan Mahmut warga Purwosari.

“Kami menduga memeriksa sopir mobil di kantor polisi,” tambahnya.

www.tribunnews.com