loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Solo mulai mengkhawatirkan persediaan darah yang ada saat ini. Pasalnya, saat ini PMI Solo hanya memiliki dua ribuan kantong darah dan diperkirakan cukup untuk persediaan satu pekan ke depan.

Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto menyebutkan, jumlah setok darah diperkirakan akan berkurang banyak karena dampak dari kejadian luar biasa (KLB) Corona di Kota Solo.

“Pendonor komunitas menunda jadwal donor darahnya yang seharusnya dilakukan pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Mulai pekan ini mereka membatalkan jadwal, sampai jangka waktu yang belum dipastikan,” ujarnya, Rabu (18/3/2020).

Baca Juga :  KAI Daops IV Yogyakarta Perpanjang Pembatalan Operasional KA Reguler Jarak Jauh Hingga 30 Juni 2020

Menurut Sumartono, meskipun Kota Solo berstatus KLB virus Corona, namun PMI Solo tetap menjaga komitmennya untuk 24 jam melayani masyarakat yang membutuhkan dan mendonorkan darah.

“Kalau untuk sepekan ke depan masih aman. Tapi setelah itu mengkhawatirkan. Karena pendonor komunitas atau grup merupakan penyumbang separuh stok darah di PMI Solo setiap bulannya,” imbuh Sumartono.

Baca Juga :  200 Seniman Solo Dapat Sembako dari Presiden, Rudy: Mereka Kehilangan Pendapatan Sebab Lama Tak Manggung

Terkait hal itu, PMI Solo memberikan stimulasi pada para pendonor dengan cara membagikan satu botol hand sanitizer ukuran 60 mililiter dan sebuah masker untuk siapapun yang melakukan donor darah.

“Kami sengaja memilih strategi tersebut demi menjaga ketersediaan darah. Kami mengganti pendonor grup diluar PMI untuk datang ke PMI. Agar semua lebih sehat, ini wujud nyata juga kepedulian PMI untuk masyarakat Solo. Satu sisi darah terpenuhi dan mensosialisasi hidup bersih dan sehat,” tukasnya. Prihatsari