JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Korban Corona Berjatuhan, Jokowi Diminta Tak Cuma Fokus ke Ekonomi

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto. Foto: Tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persebaran virus corona kian meluas di Indonesia, hingga sampai ke beberapa kota. Virus mematikan itu pun, di Indonesia juga sudah menjatuhkan beberapa korban meninggal.

Terkait dengan fakta tersebut, Direktur Riset Center of Reform on Economy (Core), Piter Abdullah, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya berfokus pada isu perlambatan ekonomi di tengah penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Ia menyarankan, pemerintah dan Jokowi lebih memperhatikan upaya untuk menghadang penyebaran wabah corona ini.

“Perlambatan ekonomi sudah tidak terelakkan. Justru ekonomi akan lebih terpuruk apabila kita membiarkan wabah ini semakin berkepanjangan,” tutur Piter kepada Tempo, Minggu (15/3/2020).

Baca Juga :  Polri Sebut, Penurunan Baliho Rizieq Shihab Karena Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Piter mengatakan, jika pemerintah menyelesaikan persoalan corona dengan mumpuni, maka dampak keterpurukan terhadap pertumbuhan ekonomi juga makin kecil.

Dengan demikian, pelebaran celah defisit yang mungkin terjadi pun semestinya bukan menjadi kendala pasca-wabah meredam.

Selanjutnya, Piter meminta pemerintah tepat sasaran dalam menggelontorkan stimulus jilid I dan II.

Menurut dia, stimulus semestinya dikucurkan untuk penanggulangan wabah. Misalnya untuk membangun sarana rumah sakit darurat.

“Langkah terobosan baru dibutuhkan apabila defisit fiskal melampaui batas yang ditetapkan undang-undang,” tutur Piter.

Baca Juga :  20 Persen Relawan Yang Diujicoba Vaksin Covid-19 Ternyata Alami Demam. Begini Kata Menristek!

Presiden Jokowi sendiri telah menyampaikan pidatonya terkait status pandemi corona. Dalam rangkaian pidato itu, ia mengatakan sudah memerintahkan Menteri Keuangan untuk mengeluarkan peraturan penyediaan anggaran yang diperlukan seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan gugus tugas percepatan virus corona.

Peraturan itu digadang-gadang memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan dan mengajukan tambahan anggaran penanganan wabah.

Jokowi juga menyatakan dampak pandemi Covid-19 telah memperlambat ekonomi dunia secara signifikan dan massif, termasuk perekonomian Indonesia.

“Untuk itu, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak ini. Pemerintah memastikan menyediakan bahan kebutuhan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutur Jokowi.

www.tempo.co