JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Ketakutan Mengira Terkena Virus Corona Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, WN Korsel Pilih Akhiri Hidup di Hotel Solo

Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai. Istimewa

Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai 1
Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang warga negara Korea Selatan diketahui meninggal dunia karena gantung diri di salah satu hotel di Kota Solo. Menurut Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, korban Jung Eun Hee (57) mengakhiri hidupnya karena ketakutan mengira dirinya terkena virus Corona.

“Kami menerima laporan bahwa korban check on ke hotel tersebut Sabtu (22/2/2020) sore. Kemudian kami mendapatkan laporan terkait kematian korban Minggu (23/2/2020) sekitar pukul 14.00 WIB,” paparnya, Minggu (1/3/2020).

Dilaporkan dari pihak hotel bahwa ada seseorang meninggal karena gantung diri di kamar mandi hotel.

Baca Juga :  Polresta Solo Amankan 47 Sepeda Motor dari Bangunan Kosong di Laweyan Solo, Diduga Terkait Tindak Kejahatan

“Ketahuannya saat petugas kebersihan hotel akan membersihkan kamar, saat diketuk tidak ada jawaban dan kemudian dibuka paksa, korban sudah ditemukan menggantung di kamar mandi,” imbuh Kapolresta.

Berdasarkan laporan tersebut, kemudian petugas kepolisian mendatangi TKP dan melakukan olah TKP, serta mengumpulkan bukti-bukti.

“Kami juga meminta keterangan saksi-saksi. Lalu melakukan koordinasi dengan pihak RS dr Moewardi untuk melakukan visum. Kepala Forensik RS juga mengambil beberapa sampel dari korban mulai dari air liur dan lainnya. Kemudian dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta,” terangnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Warga Sukoharjo yang Sembuh dari COVID-19 Sudah Tembus Angka 4.000 Orang Sementara Kasus Aktif Masih Tercatat 323 Orang

Kapolresta menegaskan, meskipun sempat tersiar kabar tentang korban yang terkena virus Corona, namun hasilnya negatif.

“Korban negatif corona. Korban memang merasa dirinya terkena virus itu karena sakit tidak sembuh-sembuh. Itu diketahui berdasarkan surat yang ditinggalkannya yang ditulis dalam bahasa Korea,” tukasnya.

Jasad korban kemudian dikremasi di Tiong Thing, Kamis (27/2/2020) dan dipulangkan ke negaranya lewat penerbangan di Bandara Adi Soemarmo. Prihatsari